China Menjadi Negara Pertama yang Menyetujui Penanaman Cip di Otak Manusia

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS-China telah menyetujui implan otak untuk penderita kelumpuhan parah guna membantu memulihkan gerakan tangan mereka. Rehabilitasi berbasis antarmuka otak-komputer ini adalah yang pertama di dunia yang tersedia untuk penggunaan lebih luas di luar uji klinis.

Perangkat antarmuka otak-komputer (brain–computer interface/BCI) yang dikembangkan oleh Neuracle Medical Technology di Shanghai, China, telah disetujui pekan lalu oleh National Medical Products Administration. Hasil uji klinis perangkat tersebut telah dilaporkan Dingkun Liu dari Sekolah Kedokteran, Universitas Tsinghua dan tim di jurnal pracetak medRxiv.

Perangkat BCI China yang disebut NEO ini akan tersedia untuk orang berusia antara 18 dan 60 tahun yang menderita kelumpuhan yang memengaruhi seluruh anggota tubuh mereka dan disebabkan oleh cedera pada area leher sumsum tulang belakang.

Baca JugaImplan Memori Tingkatkan Daya Ingat

Persetujuan perangkat ini bertepatan dengan peluncuran rencana lima tahun baru pemerintah China. Berjalan dari tahun 2026 hingga 2030, rencana tersebut menyerukan agar BCI menjadi salah satu "industri masa depan" negara itu.

Chen Liang, ahli bedah saraf di Rumah Sakit Huashan di Universitas Fudan di Shanghai, yang terlibat dalam uji klinis mengatakan kepada Nature pada Senin (16/3/2026), teknologi BCI penting karena belum ada cara efektif untuk mengobati penderita cedera sumsum tulang belakang.

Sementara itu, Zhengwu Liu, seorang insinyur listrik di Universitas Hong Kong yang telah berkolaborasi dengan tim NEO mengatakan, persetujuan untuk penerapan implan otak ini merupakan tonggak penting bagi seluruh bidang penelitian BCI.

Baca JugaImplan Traumatik Karya BPPT

Sebelumnya, tim peneliti di balik perangkat ini memiliki data hingga 18 bulan yang menunjukkan bahwa sistem BCI berfungsi. “Bukti jangka panjang semacam itu jarang ditemukan di bidang ini, dan saya pikir itu adalah alasan utama mengapa persetujuan ini dimungkinkan,” tambah Liu.

Beberapa negara lain saat ini tengah menguji BCI. Tahun lalu, Paradromics, sebuah perusahaan neuroteknologi di Austin, Texas, menerima persetujuan untuk menguji coba BCI yang mengembalikan kemampuan bicara pada dua orang yang tidak dapat berbicara karena penyakit dan cedera neurologis.

Sementara itu, Neuralink, sebuah perusahaan implan otak di Fremont, California, yang didirikan oleh pengusaha Elon Musk, mengatakan pada bulan Januari bahwa 21 orang telah terdaftar dalam uji coba perangkatnya, yang dimulai pada tahun 2024.

Dinilai aman

Menurut laporan Liu dan tim, perangkat NEO seukuran koin bisa ditanamkan di tengkorak, dengan delapan elektroda ditempatkan di satu sisi otak untuk merekam aktivitas listrik ketika seseorang membayangkan menggerakkan tangan yang berlawanan. Sinyal kemudian dikirim ke komputer untuk didekode dan kemudian digunakan untuk mengontrol sarung tangan, memungkinkan orang untuk mengambil dan memindahkan objek untuk melakukan fungsi sehari-hari seperti makan dan minum.

Dalam artikel yang belum ditinjau oleh rekan sejawat tersebut, para peneliti melaporkan bahwa satu orang yang menggunakan perangkat tersebut selama sembilan bulan mampu makan dan minum dengan tangan kanannya, tugas yang tidak dapat mereka lakukan sebelum BCI ditanamkan.

Kemampuan mereka untuk menggenggam, mencengkeram, mencubit, dan secara umum menggerakkan tangan kanan mereka meningkat, dan tangan kiri mereka, yang belum pernah mereka gunakan sarung tangan tersebut, juga meningkat, tetapi dalam tingkat yang lebih rendah. Orang tersebut merupakan bagian dari uji klinis yang menguji keamanan dan efektivitas perangkat hingga enam bulan setelah penanaman.

Chen mengatakan bahwa sejauh ini 32 orang telah menerima perangkat tersebut dan semuanya dapat melakukan gerakan menggenggam dengan bantuan sarung tangan robot lunak, tindakan yang sebelumnya tidak dapat mereka lakukan. Dari perspektif ini, mereka telah mengalami peningkatan.

Chen menambahkan, dia dan rekan-rekannya berharap dapat menguji NEO pada orang yang lumpuh akibat stroke iskemik serebral pada akhir tahun ini. “Kami juga berencana untuk melakukan uji klinis untuk jenis BCI lainnya,” kata dia.

Menurut Avinash Singh, seorang peneliti BCI di Universitas Teknologi Sydney di Australia, perangkat tersebut tampaknya aman dan berfungsi. NEO dinilai berbeda dari perangkat lain yang saat ini sedang diuji. Perangkat ini kurang invasif dibandingkan perangkat Neuralink, yang dimasukkan ke dalam otak. Ini mungkin menjelaskan mengapa NEO disetujui begitu cepat, sementara BCI lain masih dalam tahap uji klinis.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Atasi Gangguan Pasokan Imbas Perang Iran, Jepang Lepaskan Cadangan Minyak
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Netanyahu Ledek Rumor Tentang Pidatonya yang Disebut Buatan AI dan Menyiratkan Ia Telah Tewas
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
UE Belum Siap Kirim Kapal ke Hormuz
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Pemudik Wajib Tahu, Ini 3 Tipe Rest Area di Jalan Tol
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Sensasi Hamburg Panggang Autentik Jepang Hadir di Jakarta
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.