Kemenkes Pastikan Pengobatan Aktivis Andrie Yunus Gratis

mediaindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita

KEMENKES Kesehatan (Kemenkes) menegaskan pengobatan Aktivis KontraS, Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras gratis.

"Iya ada dirawat di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan akan kita gratiskan," kata Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, Selasa (17/3).

Diketahui, Andrie Yunus datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), Jumat (13/3) dini hari dengan kondisi luka bakar di beberapa area tubuh.

Baca juga : 6 Fakta Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Aktivis KontraS di Salemba

Andrie Yunus datang dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan

Setibanya di IGD, tim medis langsung melakukan pemeriksaan awal dan stabilisasi kondisi pasien. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka. Sebagai penanganan awal, tim medis melakukan irigasi atau pencucian luka untuk mengurangi efek zat kimia dan menormalkan kondisi jaringan.

Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara menjelaskan, diagnosis awal menunjukkan Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen, yang kemudian dikoreksi menjadi sekitar 20 persen luas permukaan tubuh setelah evaluasi lanjutan oleh dokter penanggung jawab. Luka tersebut terutama terjadi pada wajah (bagian kanan), mata kanan, kedua tangan, serta dada.

Baca juga : Dari CCTV Aktor Intelektual Kasus Air Keras Andrie Yunus Bisa Cepat Diidentifikasi 

Selain itu, kata dia, Andrie Yunus juga mengalami trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga (fase akut), yang menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea.

"Untuk menangani kondisi tersebut, pasien menjalani tindakan pembersihan jaringan rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan," ujar Yoga.

Saat ini, ia mengatakan Andrie Yunus dirawat di High Care Unit (HCU) luka bakar dengan penanganan oleh tim multidisiplin yang melibatkan dokter spesialis mata, bedah plastik rekonstruksi, serta tim kegawatdaruratan. Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata. (H-4)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Naik 20 Poin ke Rp16.977 per USD
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lewis Hamilton Tinggalkan Emoji Hati di Foto Kim Kardashian, Netizen Langsung Heboh
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
BRI Makassar Siapkan Rp779 Miliar Uang Tunai Hadapi Libur Nyepi dan Lebaran 2026
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Tim Advokasi Desak Prabowo Bentuk Tim Investigasi Independen untuk Kasus Andrie Yunus
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Unpam Klaim Dosennya Tak Terbukti Lecehkan Penumpang KRL
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.