Saat Gadget Bikin Anak Mudah Emosional, Ini Cerita Orangtua Menghadapinya

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketergantungan anak pada gawai atau gadget menjadi kekhawatiran yang semakin sering disuarakan para orang tua.

Mereka menilai penggunaan gadget yang berlebihan dapat memengaruhi kestabilan emosi anak, bahkan memicu perilaku tantrum ketika akses terhadap perangkat tersebut dibatasi.

Sejumlah orang tua mengaku melihat langsung perubahan perilaku anak ketika penggunaan gadget tidak dikontrol.

Para orang tua mengeluhkan anak yang dibiarkan kecanduan bermain gadget menjadi jauh lebih emosional dan kerap mengalami tantrum ketika dilarang menggunakan gadget dalam waktu tertentu.

Baca juga: Psikolog UI: Melarang Anak Main Gadget Tanpa Alternatif Bisa Ganggu Emosi

Hal ini dialami langsung oleh Nawla (30), seorang ibu dengan anak berusia empat tahun yang mengakui adanya perubahan perilaku yang drastis pada sang anak ketika durasi bermain gadget tidak dibatasi.

"Awalnya memang kami kasih handphone aja kalau misalnya ayahnya lagi kerja dan ibunya lagi sibuk biar enggak rewel. Tetapi lama-lama, pas lagi bukan waktunya buat main handphone, dia bisa ngamuk-ngamuk. Kadang serba salah juga," ucap Nawla kepada Kompas.com.

Setelah berkali-kali menghadapi anaknya yang emosinya kerap meledak, ia menyadari bahwa terlalu sering bermain gadget dapat memengaruhi kemampuan anak dalam mengelola emosi.

Menurut Nawla, anaknya seolah kehilangan fokus pada lingkungan sekitar karena perhatian hanya tertuju pada gadget. Akibatnya, ia kerap marah ketika merasa terganggu saat sedang menggunakan perangkat tersebut.

"Dulu waktu masih enggak dibatasin, dibanding sekarang beda banget, lebih tenang. Kalau sering menggunakan gadget anak lebih gampang tantrum, emosinya enggak kekontrol. Terus dia sering kayak orang bingung, fokusnya ke handphone doang," kata Nawla.

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Zaki (35), ayah dari anak laki-laki berusia 10 tahun yang kini duduk di bangku kelas 3 SD.

Menurut Zaki, kebahagiaan yang didapat anak dari bermain gadget dan media sosial sering kali hanya bersifat sementara dan justru lebih banyak membawa dampak negatif.

Baca juga: Waktu Ideal Anak Main Gadget 1–2 Jam, Terlalu Lama Berisiko Ganggu Kesehatan Mental

"Mereka memang kelihatan asyik dan senang karena dia bisa nonton yang dia mau, kadang ketawa-ketawa sendiri. Tapi sesaat doang, karena kalau pas handphone-nya diambil atau waktu mainnya habis, emosi mereka gampang banget meledak, uring-uringan," kata Zaki.

Bahaya konten cepat

Lebih lanjut, Nawla menyoroti potensi risiko dari fitur video vertikal berdurasi pendek seperti YouTube Shorts atau Instagram Reels.

Menurut dia, perpindahan konten yang sangat cepat membuat anak menerima stimulus secara berlebihan sehingga sulit dikontrol.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Di situ banyak tayangan-tayangan yang bisa langsung diganti kan sama anak-anak, tayangan singkat. Dan itu kan ngacak tuh, dari yang baik sampai yang enggak baik. Dari pemilihan kata-katanya juga banyak yang nggak bagus sih menurut saya kalau enggak diawasin," jelas Nawla.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
100 Tahun Revolusi Roket: Mengenang Robert Goddard dan Peran Tak Terduga Sang Istri
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
EJAE Puji Taylor Swift di Oscar 2026, Ajak Kolaborasi Tulis Lagu untuk K-Pop Demon Hunters
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Siapa yang Melindungi Para Aktivis?
• 11 jam lalukompas.id
thumb
200 Prajurit Amerika Serikat Jadi Korban Perang Lawan Iran
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Momen Siswa Sekolah Rakyat Aceh Besar Bagikan Takjil Gratis
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.