200 Prajurit Amerika Serikat Jadi Korban Perang Lawan Iran

wartaekonomi.co.id
10 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa jumlah tentaranya yang terluka semakin bertambah akibat perang dengan Iran. 200 orang setidaknya sudah menjadi korban menyusul konflik kedua negara yang kini memasuki pekan ketiga.

United States Central Command menyatakan bahwa sebagian besar korban mengalami luka ringan. 180 prajurit diantaranya telah kembali bertugas setelah mendapatkan perawatan. 13 tentara juga dilaporkan tewas sejak pihaknya meluncurkan serangan udara terhadap Iran. 

Baca Juga: Diserang Amerika Serikat, Trump Ungkap Nasib Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

Jumlah korban ini bertambah jika dibandingkan dengan pekan lalu. 150 tentara sebelumnya dilaporkan menjadi korban perang dengan Iran. Hal tersebut menunjukkan meningkatnya risiko dari serangan balasan yang dilancarkan oleh Teheran.

Iran diketahui terus melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan Amerika Serikat. Selain menargetkan instalasi militer, serangan mereka juga dilaporkan mengenai sejumlah fasilitas lain di Teluk Arab.

Beberapa serangan menghantam misi diplomatik, hotel, bandara, serta merusak infrastruktur energi dalam kawasan tersebut. Amerika Serikat di sisi lain menyatakan telah melakukan operasi besar-besaran terhadap berbagai target militer di Iran.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebelumnya juga mengatakan bahwa pasukannya telah menyerang sejumlah lokasi militer penting di Kharg Island. Iamerupakan pusat ekspor sekitar sembilan puluh persen minyak dari Iran.

Adapun Iran dan Amerika Serikat belum terlihat menunjukkan gelagat akan mengakhiri perang keduanya di Timur Tengah. Oman dilaporkan beberapa kali mencoba membuka jalur komunikasi antara keduanya namun hal tersebut belum membuahkan hasil.

Gedung Putih menegaskan bahwa pihaknya belum tertarik untuk membuka negosiasi dengan Tehran. Sementara Iran juga menunjukkan sikap serupa. Situasi tersebut membuat konflik antara kedunya masih berpotensi berlanjut tanpa kepastian jalur diplomasi dalam waktu dekat.

Baca Juga: Kuba 'Masih' Aman, Trump Fokus Selesaikan Isu Amerika Serikat-Iran

Konflik Iran dan Amerika Serikat yang terus meningkat ini tidak hanya berdampak pada militer kedua negara, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan kawasan serta pasokan energi global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kakorlantas Dampingi Kapolri ke Jateng Pantau Arus Mudik Lebaran 2026, Luar Biasa
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Tren Pin “Jangan Cium Bayi” Muncul Jelang Lebaran
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Imsak Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 17 Maret 2026
• 13 jam laludetik.com
thumb
Semarakkan Ramadan 1447H, JTT Bagikan Ribuan Paket Takjil di Gerbang Tol Trans Jawa
• 11 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Bareskrim Bongkar Peredaran 12,9 Ton Daging Domba Kedaluwarsa
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.