Tren Pin “Jangan Cium Bayi” Muncul Jelang Lebaran

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Moms, momen Lebaran identik dengan kumpul keluarga besar. Saat bertemu bayi di rumah saudara atau kerabat, tak jarang orang langsung gemas, mencubit pipi, hingga mencium bayi atau balita, tanpa berpikir panjang.

Bagi sebagian orang, ini dianggap sebagai bentuk kasih sayang. Namun, bagi banyak orang tua, kebiasaan tersebut justru menimbulkan kekhawatiran.

Kontak fisik yang terlalu sering dari banyak orang, berisiko menularkan virus ke bayi atau balita yang daya tahan tubuhnya masih rentan. Karena itulah, belakangan ini muncul tren orang tua membuat pin bertuliskan “Jangan Cium Bayi” yang dipakaikan pada si kecil saat acara keluarga, termasuk saat Lebaran nanti.

Tren Pin Bayi Diapresiasi Dokter

Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), menilai penggunaan pin tersebut sebenarnya bisa menjadi langkah pencegahan yang baik. Apalagi pada momen seperti Lebaran, bayi atau balita biasanya jadi pusat perhatian banyak orang.

“Pin ini bagus, saya setuju. Karena terlalu banyak pegang-pegang bayi dan mencium bayi selama Lebaran sebenarnya tidak baik,” ujar dr. Reza pada kumparanMOM, Jumat (13/3).

Ia menjelaskan, penularan penyakit pada bayi atau balita tidak hanya berasal dari satu jenis virus saja. Banyak penyakit yang dapat menyebar melalui sentuhan atau droplet saat seseorang menciumnya.

“Bukan cuma campak yang bisa tertular, tapi penyakit seperti ISPA, batuk, dan pilek juga bisa menular karena terlalu banyak sentuhan,” jelasnya.

Menurut dr. Reza, kebiasaan mencium bayi memang sering terjadi karena faktor budaya di Indonesia. Meski begitu, orang tua tetap berhak menjaga batasan demi kesehatan anak.

Selain menggunakan pin, ada beberapa langkah lain yang bisa dilakukan untuk melindungi bayi saat momen kumpul keluarga.

“Orang tua juga tetap perlu menjaga kesehatan bayi dengan memastikan waktu istirahat dan tidur anak tetap cukup selama masa libur Lebaran,” tambahnya.

Jika ada orang yang menanggapi penggunaan pin tersebut dengan komentar sinis, dr. Reza menyarankan agar orang tua menyikapinya dengan santai.

“Kalau ada yang nyinyir, bawa bercanda saja. Bilang saja, 'lebih baik pakai pin daripada anak terkena virus,’ tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Lebaran 2026, Pengguna KRL dan Arus Kendaraan di Bekasi Melonjak
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sambil Lepas Penat, Pemudik Bisa Lihat Avengers di Pospol Rest Area 379 A Batang
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Tegaskan Aturan Batas Defisit Tak Akan Diubah Kecuali Saat Krisis Seperti Covid-19
• 20 jam laludisway.id
thumb
KB Bank beri pembiayaan Rp500 M ke PNM, dukung akses modal usaha mikro
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Hati Dedi Mulyadi Tersentuh hingga Beri Bantuan Rp61 Juta Usai Dengar Kisah Buruh Tani yang Menghidupi Ibunya
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.