Ratusan warga negara Filipina yang tinggal di Timur tengah, termasuk di Iran, telah dipulangkan oleh pemerintah Filipina. Mereka meninggalkan wilayah Timur Tengah karena adanya perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Dilansir Aljazeera, Selasa (17/3/2026), Kedutaan Besar Filipina di Teheran mengatakan 16 warga Filipina meninggalkan negara itu melalui Turki. Sebanyak 14 orang dari kelompok tersebut sedang dalam perjalanan kembali ke Manila melalui Singapura hari ini.
Departemen Luar Negeri Filipina mengatakan penerbangan repatriasi diatur oleh pemerintah Filipina untuk total 442 warga negara Filipina di Uni Emirat Arab. Setidaknya 38 warga Filipina lainnya yang tinggal di Israel juga dibantu oleh pemerintah Filipina dan telah meninggalkan negara itu melalui Penyeberangan Perbatasan Taba dengan Mesir.
Sejak serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai lebih dari dua minggu lalu, diperkirakan 1.500 warga Filipina telah kembali ke Filipina dari wilayah Timur Tengah. Diperkirakan ada 2,4 juta warga Filipina yang bekerja di wilayah tersebut.
Untuk diketahui, perang di kawasan Asia Barat tersebut dipicu serangan Israel dan AS terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan itu telah menewaskan lebih dari 1.200 orang di Iran.
Iran telah membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rudal dan drone ke Israel serta fasilitas AS di Arab Saudi, UEA, Irak, Bahrain dan Kuwait. AS mengklaim tujuh pasukannya tewas dalam perang tersebut.
(zap/yld)





