Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan mempertimbangkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.
“Apa yang menjadi arahan dari pemerintah pusat akan dijalankan di DKI Jakarta juga,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Jakarta Pusat, Selasa.
Dia mengatakan konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang berkepanjangan dapat memberikan tekanan terhadap penyediaan energi, terutama gas dan BBM di Indonesia.
Terlebih lagi, sambung dia, saat ini harga BBM memang sudah mengalami kenaikan yang signifikan.
Kendati demikian, Pramono menyebutkan ketersediaan BBM, khususnya di Jakarta, terbilang masih aman, sehingga ia meyakini tidak akan terjadi panic buying.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan BBM dengan mempertimbangkan kebijakan WFH.
"Tentunya, kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya, kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita," kata Prabowo.
Presiden mengungkapkan perkembangan situasi global di kawasan Eropa dan Timur Tengah berpotensi memengaruhi harga BBM. Kenaikan harga energi itu dinilai dapat berdampak pada harga pangan sehingga pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah proaktif.
Menurut Prabowo, Indonesia telah mengamankan sejumlah kebutuhan pangan mendasar. Di sisi lain, pemerintah juga memiliki rencana terkait sektor energi yang akan dipercepat pelaksanaannya.
Meski demikian, Prabowo menekankan penghematan konsumsi BBM tetap perlu dilakukan sebagai upaya menghadapi ketidakpastian global.
Baca juga: Aksi borong BBM dinilai dapat memicu kelangkaan
Baca juga: Wamen ESDM pastikan stok BBM nasional aman hingga 28 hari
Baca juga: Wamen ESDM: Impor energi dari luar Timur Tengah masih dinegosiasikan
“Apa yang menjadi arahan dari pemerintah pusat akan dijalankan di DKI Jakarta juga,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Jakarta Pusat, Selasa.
Dia mengatakan konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang berkepanjangan dapat memberikan tekanan terhadap penyediaan energi, terutama gas dan BBM di Indonesia.
Terlebih lagi, sambung dia, saat ini harga BBM memang sudah mengalami kenaikan yang signifikan.
Kendati demikian, Pramono menyebutkan ketersediaan BBM, khususnya di Jakarta, terbilang masih aman, sehingga ia meyakini tidak akan terjadi panic buying.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan BBM dengan mempertimbangkan kebijakan WFH.
"Tentunya, kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya, kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita," kata Prabowo.
Presiden mengungkapkan perkembangan situasi global di kawasan Eropa dan Timur Tengah berpotensi memengaruhi harga BBM. Kenaikan harga energi itu dinilai dapat berdampak pada harga pangan sehingga pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah proaktif.
Menurut Prabowo, Indonesia telah mengamankan sejumlah kebutuhan pangan mendasar. Di sisi lain, pemerintah juga memiliki rencana terkait sektor energi yang akan dipercepat pelaksanaannya.
Meski demikian, Prabowo menekankan penghematan konsumsi BBM tetap perlu dilakukan sebagai upaya menghadapi ketidakpastian global.
Baca juga: Aksi borong BBM dinilai dapat memicu kelangkaan
Baca juga: Wamen ESDM pastikan stok BBM nasional aman hingga 28 hari
Baca juga: Wamen ESDM: Impor energi dari luar Timur Tengah masih dinegosiasikan





