Yang Sudah Diketahui dari Ledakan di Masjid Jember

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Ledakan terjadi di Masjid Pesona Regency, Kecamatan Patrang, Jember, Senin (16/3) malam. Peristiwa tersebut terjadi saat masjid tengah menggelar salat Tarawih berjemaah.

Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma, mengatakan lokasi ledakan berada di dekat tempat wudu.

"Untuk yang kelihatan dari jauh tadi, itu papan besi, yang ada ledakan, belum bisa kita lakukan analisa," kata Angga.

"Papan besi itu ada di area dekat wudu," lanjutnya.

Namun Angga belum tahu penyebab pasti ledakan tersebut.

Tak Ada Korban Jiwa

Angga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Alhamdulillah tidak ada korban," kata Angga di lokasi.

Adapun area masjid kini dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Tim Gegana juga dihubungi untuk menyisir area tersebut dan mengungkap sumber ledakan.

"Dugaan sementara kita belum bisa menyimpulkan karena masih awal kita lakukan olah TKP lanjutan," ucapnya.

Masyarakat Diminta Menjauh

Selama penyelidikan berlangsung masyarakat diminta untuk menjauh dari lokasi kejadian.

"Saat ini sedang penyelidikan, kita lakukan status quo dan perimeter, dan kita imbau masyarakat tidak mendekat ke posisi yang ada di ledakan tersebut," kata Angga.

Sampai saat ini, polisi belum bisa menginventarisir kerusakan. Yang terlihat sejauh ini, ada atap dan papan besi yang rusak di dekat area wudu.

"Temen-temen bisa lihat, atap hancur, dan itu papan besi itu ada di area wudu," tutup Angga.

Kesaksian Takmir Masjid

Takmir masjid yang juga muazin, Holisuddin, mengatakan salat Tarawih tetap berlangsung saat ledakan terjadi. Saat itu jemaah tengah melaksanakan salat ketujuh dan masuk rakaat kedua.

Saat itu Imam tetap khusyuk memimpin jemaah untuk melanjutkan salat hingga selesai.

"Waktu kejadian, saya berjemaah salat Tarawih. Karena kami mengambil 20 salam, jadi kejadiannya tepat saat salat Tarawih ke-7, saat bangun dari rakaat pertama," tutur Holisudin kepada kumparan, Senin (16/3).

"Dan itu pas kejadiannya. Berhubung imam kami itu melanjutkan salat, jadi kami juga melanjutkan salat," tambahnya.

Holisudin menuturkan ia sempat menoleh ke sumber suara tersebut, namun kemudian tetap melanjutkan salatnya. Ia baru mengecek sumber ledakan saat salat ketujuh selesai.

"Selesai Tarawih ke-7 itu, kami bubar, kami lihat cek kejadian. Setelah kami tahu kejadiannya itu ledakan apa, akhirnya sebagian dari kami melanjutkan salat Tarawihnya," tuturnya.

Meski begitu, lanjut Holisudin, tidak semua jemaah yang melanjutkan salat. Terutama yang berada di bagian luar masjid, sebab lokasi itu dekat dengan sumber ledakan.

"Yang saya tahu yang melanjutkan itu sekitar 6 orang sama imam," ujarnya.

Menurut Holisudin di lokasi ledakan terjadi tidak ada jemaah di sana.

"Pas alhamdulillah jemaah bukan pas di tempat kejadian," ujarnya.

"Jemaah itu ada di selatannya sedikit, sekitar 2 meter sampai 3 meter dari kejadian ledakan," tambahnya.

Holisudin mengatakan suara ledakan itu cukup kencang. Ia membandingkan suaranya seperti mercon berukuran sepaha. Suaranya yang kencang juga membuat jemaah ada yang terganggu pendengarannya.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tidak ada korban luka-luka, dan hanya korban kerasnya suara ledakan mengakibatkan salah satu jemaah kami ada yang telinganya terganggu pendengarannya," ujarnya.

Namun, Holisudin meyakini ledakan itu bukan berasal dari mercon. Sebab tidak ada bekas bungkusannya.

"Kami tidak menemukan bekas-bekas atau sisa-sisa mercon seperti kertas gitu," kata Holisuddin.

Ledakan tersebut juga merusak bagian masjid. Selain atap, dinding masjid juga bolong akibat ledakan.

"Ledakannya itu setelah saya lihat, itu melubangkan tembok, lubangnya berdiameter satu meter. Diameternya satu meter," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PM Inggris Respons Ajakan Trump Buka Selat Hormuz: Bukan Misi NATO
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Jelang Mudik Lebaran 2026, Pertamina Sumbagsel Siaga Jaga Pasokan Energi
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
176.815 Kendaraan Tinggalkan Jakarta via Tol Layang MBZ sejak H-10 sampai H-6 Lebaran
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Puasa Ketiga Puluh: Islam di Tengah Kapitalisme dan Neoliberalisme
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Universitas Pertamina Bahas Strategi Penguatan Pendidikan dan Riset
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.