Tim SAR Temukan Bocah 6 Tahun yang Hanyut di Batang Lapu

tvrinews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Tio Furqan Pratama

TVRINews, Pasaman Barat 

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Fahri Rifki Ardian (6), bocah laki-laki yang dilaporkan hanyut di Sungai Batang Lapu, Jorong Trans Aek Nabirong, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada Senin, 16 Maret 2026 siang.

Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan bahwa korban ditemukan di dasar sungai, tidak jauh dari lokasi terakhir korban terlihat (LKP).

"Tim SAR Gabungan berhasil menemukan penyintas pada pukul 13.55 WIB di koordinat 0∘23′13.0′′U−99∘30′16.4′′T. Korban ditemukan di dasar sungai setelah tim melakukan penyelaman berdasarkan titik mencurigakan yang dideteksi oleh alat Aqua Eye," ujar Abdul Malik dalam keterangan resminya.

Peristiwa tragis ini bermula pada Minggu, 15 Maret 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, Fahri sedang memancing ikan di pinggir sungai bersama teman-temannya. Usai memancing, mereka bermain lempar pasir.

Nahas, saat mencoba menghindar dari lemparan pasir temannya, korban melompat ke dalam sungai. Diduga karena tidak mahir berenang dan arus sungai yang cukup kuat, bocah malang tersebut langsung terseret arus dan tenggelam.

Pihak SAR baru menerima laporan dari Kabid KL BPBD Pasaman Barat pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 05.11 WIB. Merespons laporan tersebut, Abdul Malik segera mengerahkan tim rescue dari Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman.

"Kami memberangkatkan 9 personel rescue menuju lokasi yang berjarak sekitar 91 kilometer dari Pos SAR Pasaman. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan unsur TNI, BPBD, dan masyarakat setempat untuk melakukan penyisiran," jelasnya.

Dalam operasi ini, tim menggunakan berbagai peralatan canggih, termasuk aqua eye (pendeteksi objek bawah air), drone thermal, perahu rafting dan peralatan selam lengkap.

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan menuju rumah duka di UPT Aek Nabirong untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan ditemukannya korban, Abdul Malik menyatakan bahwa operasi SAR secara resmi diusulkan untuk ditutup.

"Pukul 15.05 WIB, setelah dilakukan briefing, seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing. Kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras tim gabungan dari TNI, BPBD, serta bantuan masyarakat dalam proses pencarian ini," ujar Abdul Malik.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lebaran Bareng Nyepi, Muhammadiyah Imbau Warga Bali Tak Takbir Keliling
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mahasiswa, E-Wallet, dan Godaan Belanja yang Tak Terasa
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Sejumlah Menteri dan Kepala Lembaga Merapat ke Kementerian Pertahanan, Ini yang Dibahas
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Pengiriman Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia ke Gaza Ditunda
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tanggapan Fitri Salhuteru Soal Surat Terbuka Nikita Mirzani untuk Presiden Prabowo
• 3 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.