Waktu Ideal Anak Main Gadget 1–2 Jam, Terlalu Lama Berisiko Ganggu Kesehatan Mental

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com — Komisioner Bidang Kesehatan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Mutiara, mengingatkan penggunaan gawai atau gadget secara berlebihan pada anak berisiko memengaruhi kesehatan mental, kemampuan bersosialisasi, hingga perkembangan psikologis mereka.

Menurut dia, pembatasan waktu penggunaan perangkat digital perlu dilakukan sejak dini agar anak tidak mengalami ketergantungan terhadap gadget.

“Waktu ideal untuk anak bermain gadget sekitar kurang lebih satu sampai dua jam. Itu cukup,” kata Mutiara saat ditemui Kompas.com di wilayah Bekasi, Senin (16/3/2026).

Baca juga: Anak Terlalu Lama Main Gadget Bisa Kehilangan Kemampuan Sosial

Mutiara menilai pembatasan waktu penggunaan gadget penting dilakukan agar anak tidak mengalami ketergantungan terhadap perangkat digital.

Ia juga menyarankan agar penggunaan gadget lebih difokuskan pada waktu akhir pekan dengan tetap disertai pengawasan dari orang tua.

“Ketika weekend kita boleh memberikan gadget tetapi dengan waktu yang dibatasi. Sementara pada weekday mereka harus fokus dengan sekolahnya dan interaksi sosialnya,” katanya.

Mutiara mengatakan anak yang belum siap secara mental berpotensi mengalami tekanan psikologis apabila terlalu aktif menggunakan media sosial.

Menurut dia, anak yang mengalami perundungan di media sosial dapat mengalami gangguan mental yang berdampak pada proses pendidikan maupun kondisi psikologis mereka.

“Ketika mereka mengalami bullying, itu akan sangat memengaruhi kesehatan mental dan pendidikannya,” ujar Mutiara.

Baca juga: Anak Bahagia Bersama Orangtua atau Main Gadget?

Dukung pembatasan medsos anak

Mutiara juga mendukung kebijakan pemerintah yang membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Menurut dia, kebijakan tersebut dapat membantu orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak.

“Orangtua itu tidak bisa bertarung sendiri. Dengan adanya sistem yang dibuat oleh pemerintah itu amat sangat membantu,” ujar Mutiara.

Ia menilai kebijakan tersebut penting karena anak-anak saat ini cenderung lebih tertarik menggunakan ponsel dibandingkan melakukan aktivitas sosial secara langsung.

“Bisa kita lihat sendiri ketika anak-anak sedang bersantai, mereka lebih senang memegang handphone-nya,” kata dia.

Menurut Mutiara, anak di bawah usia 16 tahun umumnya belum memiliki kemampuan yang cukup untuk memilah informasi yang beredar di media sosial. Akibatnya, mereka lebih rentan terpapar berbagai konten negatif di internet.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Padahal mereka belum bisa memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bagaimana Sanksi AS Memperkuat Rudal Iran? Ada Doktrin Jihad Swasembada
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Wagub Jabar Lepas Mudik Gratis Defend ID di Gedung Sate
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Denada Ungkap Reaksi Emilia Contessa Saat Tahu Dirinya Hamil di Usia 20 Tahun Tanpa Menikah
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Teknologi Analitik Mulai Dipakai untuk Menilai Risiko Kredit
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 17 Maret 2026: Galeri24 dan UBS Kompak Turun
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.