Liputan6.com, Jakarta - Arus mudik Idul Fitri 2026 diperkirakan akan memicu kepadatan di sejumlah jalur utama non tol Jawa Barat. Untuk mengantisipasi kemacetan, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas sekaligus menyediakan jalur alternatif bagi para pemudik.
Dilansir dari Jabarprov.go.id, dikutip Senin (16/3/2026), Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumelar mengatakan bahwa beberapa ruas jalan utama diprediksi mengalami kemacetan saat puncak arus mudik maupun arus balik Lebaran. Untuk itu, pemerintah menyiapkan sejumlah jalur alternatif agar pemudik dapat menghindari kepadatan di jalur utama.
Advertisement
Di wilayah utara Jawa Barat, terdapat delapan jalur alternatif yang dapat digunakan, yakni:
1. Sukamandi-Kalijati (22 km)
2. Pamanukan-Subang (31 km)
3. Kadipaten-Jatitujuh-Jatibarang (40,7 km)
4. Haurgeulis-Patrol (19 km)
5. Cikamurang-Jangga (35 km)
6. Budur-Tegalgubug-Jagapura-Mundu (32 km)
7. Losari-Ciledug-Cidahu-Kuningan (95 km)
8. Cirebon-Sumber-Rajagaluh-Majalengka (32 km)
Sementara itu, di jalur tengah Jawa Barat tersedia empat jalur alternatif, yaitu:
1. Subang-Lembang-Bandung (41 km)
2. Sumedang-Jalan Cagak-Wanayasa-Purwakarta (85 km)
3. Talaga-Bantarujeg-Wado-Sumedang (79 km)
4. Kuningan-Cikijing-Majalengka-Kadipaten (45 km)
Adapun di wilayah selatan Jawa Barat, pemudik dapat memanfaatkan lima jalur alternatif berikut:
1. Garut-Banyuresmi-Leuwigoong-Kadungora-Cijapati-Majalaya-Bandung (78 km)
2. Sasak Beusi-Cibatu-Leles (19 km)
3. Banjar-Manonjaya-Tasikmalaya (44 km)
3. Malangbong-Wado (15 km)
4. Parakan Muncang-Warung Simpang (9 km)
Dengan adanya jalur alternatif tersebut, pemudik diharapkan dapat memilih rute perjalanan yang lebih lancar sehingga perjalanan menuju kampung halaman di Jawa Barat tetap aman dan nyaman selama periode mudik Lebaran 2026.




