Yerusalem, VIVA – Pasukan kolonial Israel mengubah Kota Tua Yerusalem menjadi barak militer dengan mengerahkan ratusan aparat kepolisian dari daerah Wadi al-Joz hingga Pintu Gerbang Damaskus, yang membentang hingga ke Gerbang Singa.
Pemerintah Provinsi Yerusalem melaporkan bahwa salat Isya dan Tarawih pada Minggu malam, 15 Maret digelar di jalan-jalan dekat Gerbang Herodes dan Gerbang Damaskus di tengah penutupan secara ketat seluruh kawasan Kota Tua.
Otoritas penjajah Israel sudah selama 16 hari menutup kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem. Penutupan itu masih berlanjut dengan mencegat masuk jemaah Muslim Palestina untuk beribadah di situs suci tersebut.
Rezim Zionis dukungan Amerika Serikat ini berdalih bahwa penutupan tersebut dilakukan karena alasan keamanan terkait perang AS-Israel terhadap Iran yang masih berlangsung.
Akibat penutupan Masjid Al-Asqa yang terus berlanjut selama beberapa hari terakhir bulan suci Ramadhan itu, shalat tarawih dan i'tikaf dilarang dilakukan di dalam masjid tersebut.
Kondisi pembatasan seperti ini baru pertama kali terjadi sejak pendudukan Yerusalem oleh Zionis Israel pada 1967.
Pemerintah Kegubernuran Yerusalem memperingatkan eskalasi hasutan berbahaya yang dipimpin organisasi ekstremis Bukit Bait Suci terhadap Masjid Al-Aqsa, di tengah penutupan yang sedang berlangsung.
Pihak kegubernuran menekankan bahwa apa yang terjadi tidak dapat dianggap sebagai tindakan keamanan sementara, seperti yang diklaim otoritas penjajah, tetapi lebih merupakan agenda politik dan ideologis yang bertujuan untuk mengubah status quo keagamaan, sejarah, dan hukum yang ada di kompleks Masjid Al-Aqsa. (Ant)





