Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!

suara.com
7 bulan lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran tidak pernah meminta gencatan senjata dari konflik ini.
  • Iran menegaskan akan melanjutkan perlawanan terhadap agresi militer Amerika Serikat dan Israel yang sedang berlangsung.
  • Araqchi menyebut Selat Hormuz tetap terbuka bagi Iran, namun tertutup bagi AS, Israel, dan sekutunya.

Suara.com - Pemerintah Iran menegaskan tidak pernah meminta gencatan senjata di tengah konflik militer yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam konferensi pers di Teheran, Senin (16/3/2026).

Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak pernah mengirim pesan ataupun permintaan resmi terkait penghentian perang.

Ia menyebut Iran tetap menjalankan perlawanan terhormat dan tak tergoyahkan terhadap apa yang disebutnya sebagai agresi militer dari AS dan Israel.

“Kami tidak pernah meminta gencatan senjata. Namun perang ini harus berakhir dengan cara yang membuat musuh tidak lagi berpikir untuk menyerang,” ujar Araghchi dilansir dari Tasnimnews.

penampakan Kota Tel Aviv Israel usai dihantam rudal Iran. (bidik layar video)

Menurut Araghchi, konflik yang telah berlangsung lebih dari dua pekan itu menunjukkan bahwa lawan-lawan Iran kini menyadari kekuatan negara tersebut.

Ia menegaskan Iran tidak akan ragu mempertahankan diri dan akan melanjutkan operasi militer selama diperlukan.

Ketegangan meningkat sejak serangan militer besar yang disebut dilancarkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari.

Serangan itu terjadi setelah tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer dan warga sipil.

Baca Juga: Laporan Intelijen AS Sebar Fitnah Tentang Mojtaba Khamenei, Reaksi Donald Trump Jadi Sorotan

Dalam pernyataannya, Araghchi juga menyinggung situasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi rute penting perdagangan energi dunia.

Ia menegaskan selat tersebut tetap terbuka menurut pandangan Iran, tetapi tertutup bagi AS-Israel dan sekutunya.

Abbas Araghchi juga menuduh AS dan Israel yang memerangi Iran kini meminta bantuan negara lain untuk menjamin keamanan jalur pelayaran tersebut.

Menurutnya, langkah itu menunjukkan tekanan yang dihadapi pihak lawan setelah lebih dari dua minggu konflik.

Sejak pecahnya perang, militer Iran dilaporkan melancarkan serangkaian serangan balasan menggunakan rudal dan drone.

Targetnya termasuk posisi militer Amerika dan Israel di wilayah yang diduduki serta pangkalan regional.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KONI Pusat dan Kemenpora Bahas Persiapan PON 2028 di NTT-NTB serta PON Pantai 2026 di Jakarta
• 7 jam lalu
0
thumb
7 Kalimat yang Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Sosial Tinggi Menurut Psikolog
• 7 jam lalu
0
thumb
Ruben Onsu Ajukan Bukti Baru dalam Sidang Hak Asuh Anak, Lengkapi Rekaman Video dengan Transkrip
• 15 jam lalu
0
thumb
5 Alasan Mengapa Tempat Umum di Jepang Jarang Ada Tempat Sampah
• 10 jam lalu
0
thumb
5 Isi Tuntutan Demo Mahasiswa di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.