Model Kota Terpadu Makin Agresif Dikembangkan

mediaindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita

PENGEMBANGAN Summarecon Crown Gading kian diarahkan sebagai kota mandiri baru di koridor utara-timur Jakarta. Memasuki tahun keempat pembangunan, kawasan yang dikembangkan PT Summarecon Agung Tbk itu tidak hanya menambah klaster hunian, tetapi juga memperluas fungsi kawasan melalui fasilitas komersial, pendidikan, hingga rencana pusat bisnis.

Proyek tersebut juga mendapat pengakuan regional setelah meraih Gold Trophy pada ajang PropertyGuru Asia Property Awards 2025. Penghargaan itu menempatkan proyek ini di antara pengembangan properti terbaik di tingkat Asia.

Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Magdalena Juliati, mengatakan pengalaman panjang perusahaan dalam mengembangkan kota terpadu menjadi dasar perencanaan kawasan tersebut.

Baca juga : Paramount Siapkan Rp1,6 Triliun untuk Bangun Infrastruktur Kota Mandiri

"Reputasi Summarecon dalam membangun Kota Terpadu telah terbentuk melalui perencanaan yang matang dan berkelanjutan," ujarnya dikutip pada Senin (16/3).

"Kami terus berfokus pada inovasi, adaptasi terhadap kebutuhan pasar, serta menjaga kualitas bangunan melalui implementasi SQII (Summarecon Quality Improvement Initiative) sebagai standar internal dalam memastikan mutu konstruksi, presisi pengerjaan, kontrol kualitas bangunan secara menyeluruh, hingga pelayanan terbaik kepada konsumen," lanjut Magdalena. 

Sejumlah klaster hunian telah lebih dulu diluncurkan di kawasan ini, di antaranya Regia Residence, Jasmia Residence, Viola Residence, Vanica Residence, dan Chelia Residence. Pengembangan hunian itu berjalan bersamaan dengan pembangunan fasilitas pendukung agar kawasan dapat langsung berfungsi sejak tahap awal.

Baca juga : Deflasi Bentuk Tren Baru, Desain Efisien dan One Stop Living Jadi Pilihan

Aktivitas kawasan mulai terbentuk melalui kehadiran area komersial seperti Gading Boulevard Commercial dan pusat kuliner The Food Village. Selain itu, fasilitas pendidikan juga disiapkan melalui pembangunan Sekolah Terpadu PAHOA di dalam kawasan.

Dari sisi infrastruktur, kawasan ini dirancang dengan konsep kepadatan rendah dan dilengkapi sistem kota modern, mulai dari pusat pemantauan CCTV, jaringan internet berkecepatan tinggi, hingga sistem pengolahan air limbah dan pengelolaan air bersih.

Pengelolaan kawasan dilakukan melalui sistem town management profesional. Setiap klaster dilengkapi pengamanan 24 jam dengan sistem gerbang ganda untuk meningkatkan kontrol akses penghuni.

Aksesibilitas kawasan juga menjadi salah satu faktor yang diandalkan. Lokasinya terhubung dengan jaringan jalan tol utama di wilayah Jakarta dan sekitarnya, serta diperkuat dengan rencana pembukaan akses baru yang diharapkan mempercepat mobilitas penghuni.

Di tahap berikutnya, pengembangan kawasan akan diperluas dengan pembentukan pusat bisnis atau central business district (CBD). Rencana tersebut mencakup pembangunan pusat perbelanjaan baru, apartemen, hotel, area perkantoran, hingga fasilitas kesehatan dan ruang komunitas.

Selain itu, fasilitas gaya hidup mulai diperkenalkan melalui Crown Racquet Club yang menyediakan lapangan tenis dan padel berstandar internasional untuk penghuni dan komunitas di kawasan. (Z-10)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dukungan RJ2 Prabowo–Gibran untuk Mengusut Kasus Penyerangan Andrie Yunus
• 9 jam lalucumicumi.com
thumb
Kemendag Tetapkan Kenaikan Harga Patokan Ekspor Konsentrat Tembaga pada Paruh Kedua Maret 2026
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Frankenstein Raih Oscar 2026 Kategori Desain Produksi Terbaik
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Perjuangan PSM di Super League Bersama Pelatih Muda, Syamsuddin Umar: Saya Bawa Juara Masih Usia 35 Tahun!
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Nih Risikonya Bawa Barang Terlalu Banyak saat Mudik!
• 8 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.