Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 di Kabupaten Bekasi Selasa 17 Maret

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Hari ke-27 puasa Ramadhan 1447 Hijriah di Kabupaten Bekasi jatuh pada Selasa (17/3/2026).

Umat Muslim diharapkan tetap menjaga kesehatan serta kekhusyukan dalam menjalankan rangkaian ibadah hingga akhir bulan suci.

Setiap daerah, termasuk Kabupaten Bekasi memiliki jadwal imsakiyah dan waktu shalat sebagai pedoman agar ibadah puasa berlangsung tepat waktu.

Baca juga: Daftar Harga Menu Takjil di Benhil, Mulai dari Rp 4.000 Per Buah

Informasi jadwal ini merujuk pada data resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama.

Berikut jadwal imsakiyah dan waktu shalat di Kabupaten Bekasi pada 27 Ramadhan 1447 H atau Selasa (17/3/2026):

  • Imsak: 04:31
  • Subuh: 04:41
  • Terbit: 05:53
  • Duha: 06:20
  • Zuhur: 12:04
  • Ashar: 15:11
  • Magrib: 18:08
  • Isya: 19:16

Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal puasa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Keputusan ini diambil setelah Sidang Isbat digelar di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa (17/2/2026) sore, dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Penetapan dilakukan karena hilal tidak teramati pada Selasa, sesuai perkiraan Tim Hisab Rukyat Kemenag yang menyebut posisi hilal belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS.

Baca juga: War Takjil di Benhil, Warga Antre Beli Gorengan dan Bubur Sumsum

Tahun ini awal Ramadhan tidak serentak, karena Muhammadiyah memulai puasa pada Rabu, 18 Februari 2026.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Perbedaan ini tidak mengurangi sahnya ibadah, dan semua umat Islam diimbau saling menghormati.

Sidang Isbat melibatkan berbagai ormas Islam, pakar falak, serta lembaga astronomi, dan dilakukan dengan metode integrasi hisab dan rukyatul hilal untuk menjaga keseragaman sekaligus menghormati perbedaan metode yang berkembang di masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Bupati Jateng Kena OTT, Alarm Keras Tata Kelola Pemerintahan Daerah
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Bahlil Percepat Proyek Blok Masela Rp339 Triliun, Targetkan Tender EPC Tahun Ini
• 10 jam lalumatamata.com
thumb
Komisi III DPR Warning Polisi Soal Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus: Ungkap Pelaku dan Dalangnya!
• 10 jam laludisway.id
thumb
Penyaluran Bansos di Wilayah Pascabencana Bakal Dongkrak Daya Beli Masyarakat
• 57 menit laluviva.co.id
thumb
Lagi Perang, Iran Umumkan Kenaikan Upah Minimum 60 Persen
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.