Alasan Cari Kerja Susah, Lamar ke Mana-mana Hasilnya Nol

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Infografis/'Bom Waktu' di Jawa: Anak Muda Nganggur & Kemiskinan Ekstrem/Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - AI bukan hanya berdampak pada banyaknya PHK dan pengangguran, tetapi juga makin sulit mendapatkan pekerjaan. Banyak perusahaan yang memanfaatkan AI untuk memilah calon karyawan baru, menggantikan tim perekrutan manusia.

Fortune mencatat ada perubahan perekrutan pekerjaan yang sudah mulai terjadi. Persona AI akan 'bertemu' dengan pencari kerja sebelum mereka bisa diwawancara dengan pegawai perekrutan yang benar-benar manusia, dikutip Senin (16/3/2026).


Selain itu, juga ada alat yang akan melakukan evaluasi pada kandidat. Alat berbasis AI akan melakukan pemindaian profil digital, riwayat LinkedIn, portoflio, dan jejak web sebelum perekrut membawa resume.

Dengan cara ini, kemungkinan juga bisa memunculkan jejak digital negatif, seperti komentar kebencian pada unggahan media sosial, risiko reputasi, dan ulasan negatif pada platform pencarian kerja. Kemungkinan hal tersebut akan menjadi pertimbangan para perekrut.

Pilihan Redaksi
  • Umat Islam Bangkit & Kuasai Dunia Kalahkan AS-Eropa, Ini Kuncinya
  • China Kirim 5 Sinyal Bahaya Buat RI, Bersiaplah untuk Kondisi Terburuk
  • Wanita Gen Z Banyak Jadi Pengangguran, Ini Dia Biang Keroknya

Laporan itu juga menjelaskan 75% resume yang diberikan untuk dikaji terlebih dahulu oleh AI malah ditolak. Penolakan bukan berasal dari manusia, melainkan dilakukan sistem pelacakan pelamar (applicant tracking systems) berbasis AI.

Maka dari itu, jangan heran jika banyak pelamar yang memasukkan lamaran ke banyak perusahaan, tetapi tak juga dipanggil untuk wawancara atau naik ke tahap berikutnya.

Kendati demikian, AI tidak hanya berdampak negatif bagi manusia. Disebutkan bahwa AI juga bisa digunakan untuk merubah cara manusia menavigasi karir mereka sendiri.

Misalnya, penggunaan asisten karier AI yang sangat personal tidak hanya memahami resume dan sertifikasi, namun juga terkait tujuan, tantangan, ambisi, dan lintasan pertumbuhan seseorang.

Asisten tersebut akan melacak keterampilan dan kemudian merekomendasikan jalur pembelajaran. Selain itu juga menjadi pemandu keputusan dari pencarian pekerjaan hingga perubahan karier.

Kemampuan tersebut ditambah dengan peluang AI dasar untuk menyesuaikan lamaran dan persiapan wawancara.

Adapula kemampuan untuk membantu menegosiasikan gaji. Di mana pelatih karier pribadi dapat membantu membangun skenario berbasis data dengan tawaran yang realistis dan keberatan yang kemungkinan akan muncul.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Warga RI Doyan Belanja Online di Ramadan,Fintech Jamin Keamanan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasatgas Tito dan Mensos Serahkan Bansos Rp 100 M bagi Korban Bencana Sumatera
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
MU Harus Bajak Diego Simeone atau Luis Enrique jika Ingin Bangkit, Roy Keane Ragukan Kemampuan Carrick
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Kasatgas Tito dan Mensos Serahkan Bansos Tahap II Rp 136 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Kolaborasi Industri dan Pendidikan, SMKN 1 Babelan Raih Penghargaan Nasional
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
KPK Sita Uang Rp 1 Miliar Hasil Geledah Rumah Bupati hingga Kadis PUPR di Rejang Lebong
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.