Gaspol Goes to Campus: Farid Stevy FSTVLST, Seni adalah Kritik yang Menari

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi seniman sekaligus vokalis band FSTVLST, Farid Stevy, karya seni tidak hanya sekadar medium ekspresi.

Karya seni adalah cara ia untuk bergerak bebas di antara batas-batas yang mencoba membungkam suara kritis.

“Kalau misalnya kemudian dibatasi ya gunakan seni untuk menyuarakan,” kata Farid dalam Gaspol Goes to Campus di FISIP Atma Jaya Yogyakarta yang tayang di YouTube Kompas.com, Senin (16/3/2026).

Farid melihat kreativitas sebagai ruang yang lentur di mana kritik bisa hadir tanpa harus selalu frontal.

Cara pandang ini ia tanamkan dalam setiap karyanya, baik melalui lukisan maupun lagu-lagu perlawanan FSTVLST.

Baca juga: Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus dan Perburuan Pelakunya

“Karya seni atau kreativitas itu kan alat yang sangat luar biasa kita gunakan untuk berliuk-liuk dan kemudian menghindari batasan-batasan itu kan,” tuturnya.

Di luar aktivitas bermusik, Farid juga merupakan co-founder kolektif Setiap Hari 1965 sebuah inisiatif riset dan dokumentasi yang menyoroti tragedi 1965 melalui pendekatan kolaboratif dan lintas disiplin.

Bagi Farid, peristiwa 1965 bukan sekadar sejarah nasional, melainkan juga pengalaman personal yang melekat dalam perjalanan keluarganya.

Ia bercerita bahwa keluarganya merupakan penyintas tragedi politik yang terjadi pada 1965.

Pengalaman itu kemudian banyak memengaruhi arah karya-karyanya, yang kerap mengangkat tema kesetaraan, identitas, dan menjaga ingatan sejarah.

“Kami adalah keluarga penyintas 65, dari keluarga bapak sampai sekarang kemudian ada banyak cerita yang belum usai, salah satunya adalah rekonsiliasi keluarga,” kata Farid.

Baca juga: Polisi Didesak Tangkap Pelaku Teror Air Keras kepada Aktivis Andrie Yunus

“Karena pasca 65 itu situasi domestik keluarga kami juga belum bisa benar-benar bersepakat ini cerita ini mau diapakan jadi ini sebenarnya tugas besar kami,” tuturnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Farid juga banyak bercerita dan berdialog reflektif dengan mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta mengenai nilai-nilai hidup serta bagaimana membangun kerangka berpikir sebelum melahirkan karya.

Simak keseruannya dalam Gaspol Goes to Campus Atma Jaya Yogyakarta bersama Farid Stevy, tayang premiere malam ini hanya di YouTube Kompas.com.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Didimus Yahuli Rekonsiliasi Pulihkan Dunia Pendidikan Yahukimo
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Antrean Mobil Pemudik di Pelabuhan Gilimanuk Bali Senin Siang: 19 Km dan 5 Km
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Siti Badriah Bicara Terbuka soal Poligami Krisjiana, Singgung Kekurangan Diri
• 11 jam lalueranasional.com
thumb
Arus Kendaraan di Jalur Mudik Kalimalang Masih Landai pada Senin Pagi
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Peruri Raih Penghargaan Transformasi Digital di Anugerah BUMN Award 2026
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.