Antrean pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Senin siang (16/3) sudah mencapai 19 kilometer (km) dan 5 km.
"Pukul 14.00 WITA, situasi aman, arus lalin penyeberangan keluar Bali menuju Jawa sangat padat," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy, Senin (16/3).
Begini detailnya:
Ekor antrean dari arah Denpasar sampai Turu Persil, Desa Melaya, mencapai 19 km.
Ekor antrean dari arah Singaraja sampai Hutan Cekik 5 km dari pelabuhan.
"Kondisi saat ini telah dilakukan pengaturan mempercepat kendaraan prioritas, lalu melakukan pengantongan pada Terminal Kargo Gilimanuk dan Jembatan Timbang Cekik," ujar Ariasandy.
Seluruh parkiran dermaga MB 1, 2, 3, 4, dan LCM maupun parkir Terminal Manuver, menurut Ariasandy, telah terisi penuh. "Didominasi kendaraan pribadi, sedangkan untuk antrean sepeda motor nihil," ujarnya.
Hingga pukul 14.00 WITA, telah berangkat 31 unit kapal feri. "21 unit di antaranya melaksanakan pola TBB atau Tiba Bongkar Berangkat," katanya.
Ariasandy pun menjelaskan kondisi Selat Bali sesuai data AWS Maritim di Local Port Service:
Kecepatan angin 7,2 knot;
Ketinggian/level air 1,5 meter;
Cuaca berawan.
Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman menyebut arus mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk mulai mengalami peningkatan signifikan sejak Minggu malam (15/3/2026).
"Buleleng menjadi jalur penyangga sekaligus jalur alternatif bagi kendaraan pemudik yang menuju Gilimanuk. Karena itu terjadi lonjakan volume kendaraan dibandingkan kondisi normal, baik pada pagi maupun sore hari," kata Ruzi, Senin (16/3).





