INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Senin (16/3/2026) berakhir di zona merah. Pelemahan ini dipicu oleh kecemasan pelaku pasar terhadap stabilitas fiskal nasional dan potensi defisit anggaran yang melampaui batas aman 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
IHSG ditutup merosot 114,92 poin atau 1,61 persen ke posisi 7.022,29. Sementara itu, indeks kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga mencatatkan penurunan sebesar 14,60 poin atau 2,01 persen ke level 713,72.
Waspada Pelebaran Defisit APBN di Atas 3 PersenHead of Research and Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan bahwa fokus utama investor saat ini adalah menjaga disiplin fiskal. Adanya potensi pelebaran defisit telah memicu lembaga pemeringkat global menurunkan outlook rating untuk Indonesia.
Baca juga : Ketidakpastian Global Menekan IHSG, Harga Emas Hari Ini masih Cetak Rekor
"Harapan investor saat ini tetap berusaha untuk menjaga defisit di bawah 3 persen. Outlook rating sangat berdampak terhadap imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), yang merupakan variabel utama dalam mempengaruhi valuasi saham," ujar Rully di Jakarta, Senin (16/3).
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan skenario pesimis akibat ketegangan AS-Iran:
- Harga Minyak Mentah: US$115 per barel.
- Kurs Mata Uang Rupiah: 17.500 per dolar AS.
- Defisit Fiskal: Berpotensi mencapai 4,06 persen terhadap PDB.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor eksternal utama yang menekan pasar. Data perdagangan mencatat harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$97,80 per barel, sementara jenis Brent mencapai US$104,82 per barel. Angka ini jauh di atas asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar US$70 per barel.
Baca juga : IHSG Hari Ini 16 Maret 2026: Melemah Imbas Konflik Iran-AS
Kondisi ini memaksa pemerintah mempertimbangkan penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) guna mengantisipasi pembengkakan subsidi energi dan pelebaran defisit anggaran.
Analisis Sektoral dan Pergerakan SahamBerdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dipimpin oleh sektor properti yang anjlok 2,33 persen. Sektor energi dan barang baku menyusul dengan pelemahan masing-masing sebesar 2,29 persen dan 1,66 persen.
Kategori Keterangan Top Gainers PSDN, TRIN, LRNA, EMAS, TRUE Top Losers BRMS, ZATA, KUAS, ASPR, AMMN Nilai Transaksi Rp15,92 TriliunPekan ini, investor akan terus mencermati arah kebijakan moneter bank sentral. Federal Reserve (The Fed) akan mengumumkan hasil FOMC pada Rabu (17/3), sementara Bank Indonesia (BI) akan menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Selasa (17/3) terkait arah suku bunga acuan. (RO/I-2)





