Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan menembus level Rp 17.000 per Dolar AS pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data perdagangan Bloomberg, Senin (16/3) pukul 13:20 WIB, rupiah melemah di posisi Rp 17.005 per Dolar AS, melemah 47,50 poin (0,28 persen) dibandingkan posisi penutupan sebelumnya Rp 16.958 per Dolar AS. Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak dalam kisaran Rp 16.956 hingga Rp 17.011 per Dolar AS.
Pelemahan ini membuat rupiah kembali menyentuh level psikologis Rp 17.000 per Dolar AS yang selama ini menjadi perhatian pasar. Tekanan terhadap mata uang domestik terjadi di tengah penguatan dolar AS secara global serta meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan internasional.
Secara tahunan (year to date), rupiah tercatat masih melemah sekitar 1,72 persen. Sementara dalam rentang 52 minggu terakhir, rupiah bergerak di kisaran Rp 16.079 hingga Rp 17.224 per Dolar AS.
Di Asia, nilai tukar peso Filipina juga melemah mendekati level psikologis 60 peso per Dolar AS, memicu intervensi dari bank sentral untuk menahan pelemahan mata uang tersebut.
Peso sempat turun hingga 0,3 persen menjadi 59,94 per Dolar AS, mendekati rekor terendah sepanjang masa. Namun pelemahan itu kemudian sedikit mereda setelah Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) turun tangan di pasar valuta asing.
Gubernur BSP Eli Remolona Jr. mengatakan bank sentral melakukan intervensi untuk membantu menopang mata uang domestik.
“Karena dolar sedang turun, saya kira intervensi bisa mendorong peso kembali menjauh dari level 60 per dolar,” kata Remolona menanggapi pertanyaan Bloomberg.
Pelemahan peso menunjukkan kerentanan mata uang Filipina terhadap kenaikan harga energi global, yang menjadi perhatian investor. Filipina sangat bergantung pada impor bahan bakar, sehingga lonjakan harga minyak berpotensi menekan mata uang dan perekonomian.
Sementara itu, harga minyak Brent naik lebih dari 1 persen menjadi sekitar USD 104 per barel, memperpanjang kenaikan selama empat hari berturut-turut di tengah konflik Iran yang belum menunjukkan tanda mereda.





