Teheran: Iran mengklaim telah menghancurkan lebih dari 80 persen radar strategis Amerika Serikat (AS) serta bagian penting dari pangkalan militer AS di kawasan.
Klaim tersebut disampaikan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam pernyataan ke-40 terkait operasi balasan yang mereka sebut sebagai Operasi True Promise 4.
IRGC menyatakan bahwa angkatan lautnya melakukan serangan presisi secara bersamaan terhadap empat pangkalan udara militer AS.
Dilansir dari Tasnim News Agency, Senin, 16 Maret 2026, serangan tersebut disebut menargetkan pusat komando dan kendali, menara pengatur lalu lintas penerbangan, gudang pertahanan udara, fasilitas logistik, serta depot peralatan militer.
Menurut IRGC, sasaran serangan berada di pangkalan udara Al Dhafra, pangkalan helikopter Al-Udairi, pangkalan Ali al-Salem, serta pangkalan Sheikh Issa.
Serangan dilakukan menggunakan berbagai rudal balistik presisi, rudal jelajah dengan hulu ledak baru, serta drone tempur.
IRGC juga menyebut citra satelit menunjukkan sebagian besar radar strategis AS serta sejumlah bagian vital pangkalan militer di kawasan telah hancur.
Iran menyatakan operasi tersebut merupakan balasan atas serangan besar yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara itu pada 28 Februari.
Serangan tersebut terjadi setelah pembunuhan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil lainnya.
Serangan udara yang dilakukan AS dan Israel dilaporkan menargetkan berbagai lokasi militer maupun sipil di Iran. Aksi tersebut disebut menyebabkan korban jiwa yang signifikan serta kerusakan luas pada infrastruktur.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan posisi Amerika Serikat dan Israel di wilayah pendudukan serta sejumlah pangkalan militer di kawasan.




