Jelang Mudik Lebaran, Pakar Ingatkan Pentingnya Asuransi

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menilai dana darurat dan perlindungan asuransi seharusnya tidak bergantung pada Tunjangan Hari Raya (THR). Dana tersebut sebaiknya disiapkan secara rutin dari pendapatan bulanan agar kondisi keuangan rumah tangga tetap stabil.

“Seharusnya dana darurat dan asuransi, baik kesehatan maupun jiwa, tidak berasal dari THR yang pembagiannya hanya satu tahun sekali. Namun harusnya bisa dialokasikan setiap bulan,” ujar Nailul Huda kepada Warta Ekonomi, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, ketergantungan pada THR untuk membangun perlindungan finansial berisiko karena sifatnya tidak berkelanjutan. Jika dana darurat dan proteksi mengandalkan THR, kondisi keuangan bisa saja tidak siap ketika menghadapi kebutuhan mendesak.

Sejalan dengan itu, Financial Planner Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini, menilai masyarakat perlu menempatkan perlindungan finansial sebagai prioritas dibandingkan pengeluaran konsumtif saat momentum Lebaran. Pasalnya, tingginya mobilitas selama Hari Raya dapat meningkatkan potensi risiko kesehatan maupun kecelakaan.

“Pada saat mudik mobilitas kita pasti sangat tinggi. Di sini risiko kesehatan dan kecelakaan jelas meningkat,” katanya.

Karena itu, ia menekankan bahwa perlindungan asuransi menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga stabilitas keuangan ketika terjadi risiko, terutama saat aktivitas perjalanan meningkat selama libur Lebaran.

“Memiliki perlindungan asuransi jauh lebih penting dalam hal ini daripada menambah koleksi baju baru. Ini hanya contoh untuk menunjukkan mana yang menjadi prioritas,” ujarnya.

Baca Juga: Cara Mengatur THR Agar Keuangan Tetap Aman Setelah Lebaran

Baca Juga: Apa Kata Pramono soal Keluhan Potongan Pajak THR hingga Rp2 Juta?

Baca Juga: 43% Masyarakat Alokasikan THR untuk Perawatan Diri, usmile Hadirkan Layanan Kesehatan Gigi Gratis di Tangerang Selatan

Selain itu, adanya perlindungan dasar seperti program BPJS Kesehatan dinilai penting. Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk memastikan status kepesertaan BPJS tetap aktif sebelum melakukan perjalanan mudik.

“Contohnya yang biasanya wajib dimiliki adalah asuransi kesehatan. Minimal Anda harus memiliki asuransi kesehatan dari BPJS. Pastikan sebelum berangkat BPJS-nya aktif dan iurannya sudah lunas,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Integrasi Sistem BPJS Percepat Penanganan Kasus Kecelakaan Kerja bagi Pekerja 
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Dapat Kompensasi Rp 1,4 juta, Penarik Becak di Cirebon Siap Patuhi Arahan KDM
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
7 Menteri Sepakati Aturan Penggunaan AI di Dunia Pendidikan
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jembatan Penghubung Pasar Tanah Abang Padat Pengunjung, Butuh 20 Menit untuk Lewat
• 7 jam lalukompas.com
thumb
3 Bulan Buron, Ini Wajah Terduga Pembunuh Bu Guru SD Depok di Bogor
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.