Perang Dunia Ketiga Semakin Dekat! Iran Terbuka Akui China dan Rusia Bantu Lawan AS dan Israel

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, TEHERAN  – Perang dunia ketiga semakin dekat. Situasi geopolitik dunia semakin memanas setelah Republik Islam Iran mengakui bahwa China dan Rusia secara terbuka memberikan dukungan besar dalam menghadapi serangan dari Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pengakuan ini datang langsung dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancara eksklusif dengan penyiar MS NOW pada Sabtu (13/3/2026). Araghchi menegaskan bahwa hubungan strategis antara Teheran, Moskow, dan Beijing lebih dari sekadar retorika diplomatik.

Abbas Araghchi tidak ragu membongkar kedalaman hubungan militer yang terjalin erat antara ketiga negara tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Iran mendapatkan berbagai bentuk bantuan yang krusial, termasuk dukungan militer, yang memungkinkan negara tersebut bertahan meskipun terus ditekan oleh kekuatan Barat.

“Kerja sama kami dengan China dan Rusia sudah terjalin lama dan terus berlanjut, mencakup berbagai bidang, termasuk militer,” kata Araghchi. “Ini jelas menjadi sinyal bagi Washington bahwa jika mereka melanjutkan intervensi di Iran, mereka akan berhadapan langsung dengan dua kekuatan nuklir dunia.”

Iran dan Rusia sudah lama menjalin aliansi, terutama sebagai respons terhadap sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh AS. Salah satu bentuk kerjasama paling nyata adalah penggunaan massal drone Shahed buatan Iran dalam perang di Ukraina. Bahkan, Moskow dikabarkan telah membangun pabrik drone tersebut di wilayahnya dengan bantuan teknis dari Teheran.

Spekulasi Trump: “Barter Kepentingan” di Papan Catur Global

Di sisi lain, mantan Presiden AS Donald Trump memberikan analisis mengenai keterlibatan Rusia dalam mendukung Iran. Menurut Trump, Rusia kemungkinan membantu Iran sebagai balasan atas dukungan militer AS terhadap Ukraina yang tengah berperang melawan invasi Rusia.

“Putin mungkin merasa kita membantu Ukraina, dan ini bisa jadi alasan mengapa dia kini membantu Iran,” ujar Trump. Hal ini menunjukkan adanya “barter kepentingan” yang memperumit dinamika geopolitik, di mana konflik di Ukraina dan Timur Tengah kini saling terkait.

China Sebagai Penyelamat Ekonomi Iran

Selain dukungan militer, China juga memainkan peran vital sebagai penyelamat ekonomi Iran. Sejak 2021, Beijing telah menandatangani perjanjian kerja sama ekonomi 25 tahun dengan Teheran, yang menjadikan China sebagai pembeli utama minyak Iran. Kesepakatan ini memberikan kehidupan baru bagi ekonomi Iran yang terhimpit sanksi internasional, sekaligus memastikan China mendapatkan pasokan energi yang stabil untuk mendukung industrinya yang besar.

Selat Hormuz: Senjata Kunci Iran

Salah satu poin paling penting dalam wawancara tersebut adalah Selat Hormuz, jalur vital yang menghubungkan Laut Persia ke pasar global. Araghchi menegaskan bahwa Iran kini menggunakan Selat Hormuz sebagai senjata pertahanan dalam menghadapi ancaman dari AS dan Israel.

“Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi kapal-kapal dan tanker yang terlibat dalam ancaman terhadap kedaulatan Iran tidak boleh lewat. Ini adalah langkah kami untuk menjaga kedaulatan kami,” tegas Araghchi.

Selat Hormuz adalah jalur utama yang mengalirkan seperlima pasokan minyak dunia, dan ketegangan di jalur ini sudah menyebabkan guncangan besar pada pasar energi global, mendorong harga minyak melambung hingga di atas USD 100 per barel. Langkah ini diprediksi akan menyebabkan dislokasi ekonomi global yang parah, termasuk kenaikan biaya logistik dan inflasi di kota-kota besar, seperti Jakarta.

Rudal Iran Meluncur ke Negara Teluk

Sementara itu, ketegangan semakin meningkat dengan dilaporkannya bahwa Iran telah meluncurkan rudal balistik ke negara-negara Teluk Persia yang dianggap sebagai sekutu AS dan Israel. Tindakan ini semakin menunjukkan bahwa Iran, dengan dukungan militer dari Rusia dan sokongan ekonomi dari China, semakin percaya diri dalam mempertahankan posisinya di Selat Hormuz.

Dalam konteks ini, Iran kini memiliki kekuatan yang lebih besar untuk memengaruhi peta geopolitik dan ekonomi dunia. China dan Rusia tampaknya semakin solid mendukung Teheran, yang dapat mengubah dinamika global dalam sekejap. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelatih Persija: Tim Tetap Kompetitif Meski Hasil Kurang Memuaskan
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Union Berlin menang tipis atas Freiburg, Mainz atasi Werder Bremen
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
BGN Bekukan 2 SPPG: Pemilik Ngaku Cucu Menteri, Tekan Kepala SPPG
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
16,3 Juta Wajib Pajak Aktivasi Coretax, 8,12 Juta SPT Terlaporkan
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Menkes Minta RS Atur Piket Nakes agar Layanan Darurat Tetap Jalan Saat Libur Lebaran
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.