Gayo Lues (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, telah dilengkapi berbagai fasilitas rumah tangga termasuk listrik hingga televisi guna menunjang kenyamanan warga yang menempatinya.
“Huntap yang ditempati oleh masyarakat telah dilengkapi jaringan listrik dengan furnitur seperti kasur, kursi dan meja makan, kompor, televisi, serta instalasi air,” kata Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Gayo Lues, Aceh, Senin.
Ia menjelaskan selain fasilitas di dalam rumah, pemerintah juga menyediakan fasilitas umum dalam kawasan hunian tersebut, seperti balai pertemuan dan masjid yang dapat dimanfaatkan warga untuk aktivitas sosial dan keagamaan.
BNPB melaporkan sebanyak 104 kepala keluarga (KK) kini telah menempati rumah huntap di Desa Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara itu. Hunian tersebut dibangun melalui dukungan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.
Menurut Suharyanto, pembangunan hunian tetap tersebut diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Baca juga: Pemkab Agam salurkan bantuan untuk 358 korban bencana hidrometeorologi
“Rumah-rumah yang dibangun sangat bagus, di dalamnya sudah lengkap ada perabotan yang memadai,” ujarnya.
Selain menyediakan hunian, BNPB juga menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat yang kini menempati huntap, antara lain paket sembako untuk kebutuhan 10 hari ke depan, kipas angin untuk setiap rumah, perlengkapan sekolah bagi anak-anak, serta bantuan pangan tambahan bagi keluarga terdampak.
Suharyanto menambahkan hingga saat ini personel BNPB masih disiagakan di berbagai kabupaten dan kota terdampak, termasuk di Aceh Utara untuk memastikan proses penanganan dan pemulihan pascabencana berjalan optimal.
“Kami telah mengatur personel secara bergantian agar pendampingan pemerintah daerah dan pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung pada masa libur Hari Raya Idul Fitri,” katanya.
Baca juga: Kasad: Jembatan jadi simbol hadirnya negara untuk ekonomi rakyat
“Huntap yang ditempati oleh masyarakat telah dilengkapi jaringan listrik dengan furnitur seperti kasur, kursi dan meja makan, kompor, televisi, serta instalasi air,” kata Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Gayo Lues, Aceh, Senin.
Ia menjelaskan selain fasilitas di dalam rumah, pemerintah juga menyediakan fasilitas umum dalam kawasan hunian tersebut, seperti balai pertemuan dan masjid yang dapat dimanfaatkan warga untuk aktivitas sosial dan keagamaan.
BNPB melaporkan sebanyak 104 kepala keluarga (KK) kini telah menempati rumah huntap di Desa Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara itu. Hunian tersebut dibangun melalui dukungan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.
Menurut Suharyanto, pembangunan hunian tetap tersebut diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Baca juga: Pemkab Agam salurkan bantuan untuk 358 korban bencana hidrometeorologi
“Rumah-rumah yang dibangun sangat bagus, di dalamnya sudah lengkap ada perabotan yang memadai,” ujarnya.
Selain menyediakan hunian, BNPB juga menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat yang kini menempati huntap, antara lain paket sembako untuk kebutuhan 10 hari ke depan, kipas angin untuk setiap rumah, perlengkapan sekolah bagi anak-anak, serta bantuan pangan tambahan bagi keluarga terdampak.
Suharyanto menambahkan hingga saat ini personel BNPB masih disiagakan di berbagai kabupaten dan kota terdampak, termasuk di Aceh Utara untuk memastikan proses penanganan dan pemulihan pascabencana berjalan optimal.
“Kami telah mengatur personel secara bergantian agar pendampingan pemerintah daerah dan pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung pada masa libur Hari Raya Idul Fitri,” katanya.
Baca juga: Kasad: Jembatan jadi simbol hadirnya negara untuk ekonomi rakyat





