Setiap negara memiliki cara masing-masing untuk merayakan Lebaran Idul Fitri, tak terkecuali di Tanah Air. Di sini, Lebaran identik dengan maaf-maafan hingga menyantap masakan khas Lebaran bersama keluarga dan orang-orang terdekat.
Salah satu masakan yang wajib dihidangkan saat Lebaran adalah ketupat. Biasanya, ketupat dipadukan dengan makanan pendamping seperti rendang, opor ayam, dan lain-lain.
Tapi, tahukah kamu bahwa sebetulnya Indonesia punya 165 makanan khas lebaran?
Ragam Kuliner Khas Lebaran Masing-masing DaerahPrastowo dkk dalam artikel yang berjudul "Diversity of Indonesian Lebaran Dishes: from History to Recent Business Perspectives" (2024) yang dipublikasi dalam Journal of Ethnics Foods mencatat bahwa Indonesia punya 165 makanan khas lebaran.
Ratusan makanan tersebut tersebar di 26 lokasi (1 nasional dan 25 provinsi). Sebanyak 65 masakan merupakan kuliner tradisional, sedangkan sisanya terpengaruh kuliner luar negeri. Contohnya makanan di Nasional adalah lontong, opor ayam, ketupat, kue lidah kucing, dan masih banyak lagi.
Makanan khas Lebaran didominasi oleh ragam jenis kue beras sebanyak 31 macam, kari sebanyak 26 macam, olahan semur daging sebanyak 18 macam, kue kering sebanyak 18 macam, sup sebanyak 7 macam, makanan manis sebanyak 7 macam, dan salad sebanyak 5 macam.
Makanan khas Lebaran yang dikenal secara nasional berjumlah 32 macam, beberapa contohnya adalah brownies, ketupat, opor, hingga kue lidah kucing.
Jawa Tengah jadi daerah dengan hidangan khas lebaran terbanyak, ada 12, contohnya lemper, lepet, dan arem-arem. Kemudian, ada Jakarta dengan 11 hidangan khas Lebaran, seperti pindang banteng, semur daging, kue geplak, dan lain-lain.
Menurut Prastowo dkk, sebanyak 125 dari 165 masakan tersebut berasal dari wilayah barat dan tengah Indonesia. Sedangkan di wilayah timur Indonesia hampir tidak ditemukan masakan Lebaran mayoritas masyarakatnya memeluk agama Kristen.
Di wilayah Timur Indonesia, provinsi yang mempunyai masakan khas Lebaran adalah Maluku yang berjumlah lima macam. Masakan tersebut adalah asida, ikan kuah kuning, papeda, ikan kuah pala banda, dan rwbia.
Di Pulau Kalimantan, provinsi yang mempunyai makanan khas Lebaran adalah Kalimantan Barat sebanyak 9 macam, Kalimantan Selatan sebanyak 6 macam, dan Kalimantan Timur sebanyak 1 macam. Makanan-makanan tersebut dipengaruhi oleh kuliner tradisional, Cina, India, Melayu, dan Belanda. Contohnya adalah lemang lau yang merupakan makanan khas Lebaran asal Kalimantan Barat yang telah dipengaruhi oleh kuliner lokal.
Menariknya, Prastowo dkk juga menemukan masakan khas Lebaran di pulau Bali. Padahal, Bali sendiri terkenal dengan wilayahnya yang mayoritas menganut agama Hindu. Bali memiliki 1 makanan khas Lebaran, yaitu opor manis pedas bali. Hal ini disebabkan oleh komunitas Muslim di Bali yang terpengaruh oleh budaya Muslim wilayah tetangga, yaitu Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Penulis: Safina Azzahra Rona Imani





