Bangga! Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama Resmi Gabung Program Red Bull

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Yogyakarta: Pembalap muda asal Yogyakarta, Veda Ega Pratama, mencetak sejarah baru bagi dunia otomotif Indonesia. Rider 18 tahun itu resmi diperkenalkan sebagai bagian dari jajaran elite Red Bull Blue and Silver Athlete, sebuah pengakuan global yang menempatkan namanya dalam ekosistem olahraga paling kompetitif di dunia.
 
Bergabungnya Veda ke lingkaran atlet berlogo banteng merah ini mengikuti jejak juara dunia seperti Marc Márquez dan Max Verstappen. Program ini dikenal memiliki sistem pemandu bakat paling berpengaruh dalam mencetak pembalap kelas dunia di level internasional. Target Menembus Barisan Depan Moto3 Veda mengawali debut musim 2026 dengan hasil menjanjikan setelah finis di posisi kelima pada seri pembuka Moto3 Thailand Grand Prix awal Maret lalu. Kini, ia fokus menatap dua seri berikutnya di benua Amerika untuk memperkuat posisinya di klasemen.
 
Sesuai jadwal, Veda akan berlaga di Brazilian Grand Prix pada 20 – 22 Maret, disusul oleh United States Grand Prix pada 27–29 Maret 2026. Dengan dukungan fasilitas pelatihan berstandar internasional dari Red Bull, peluang Veda untuk bersaing di barisan depan kejuaraan dunia semakin terbuka lebar.

Baca Juga :

Tambah 40 Poin di Red Bull Ring, Modal Veda Ega Menuju Seri Pamungkas
Impian Masa Kecil Bagi Veda, pencapaian ini adalah buah dari ambisi yang ia tanam sejak dini. Ia mengaku sangat antusias dapat mengenakan atribut yang menjadi simbol supremasi di jagat balap internasional tersebut.

"Menjadi atlet Red Bull Blue and Silver adalah mimpi saya sejak kecil. Kini mimpi itu terwujud, dan ini menjadi bahan bakar bagi saya untuk berlatih lebih keras lagi demi meraih target-target selanjutnya," ujar Veda.
 
Bergabungnya Veda juga membuka pintu akses terhadap fasilitas pelatihan kelas dunia serta dukungan pengembangan performa atlet yang komprehensif. Hal ini diprediksi akan memuluskan langkah kariernya di kancah balap Eropa yang dikenal sangat ketat. Pendidikan Tetap Menjadi Prioritas
Meski kariernya di sirkuit tengah melesat, Veda tidak melupakan kewajiban akademisnya. Menjelang musim balap 2026, ia tetap memposisikan pendidikan sebagai landasan utama dengan membagi waktu secara disiplin antara sekolah dan latihan.
 
Ia mengungkapkan bahwa jadwal kesehariannya cukup padat, di mana ia menimba ilmu di sekolah pada pagi hari dan baru beralih ke sirkuit untuk berlatih dari sore hingga malam hari.
 
“Bahkan saat musim dingin saya tetap berlatih keras. Pagi hari saya harus pergi ke sekolah, jadi biasanya saya mulai latihan dari sore sampai malam. Sekolah bukan alasan bagi saya untuk tidak berlatih secara maksimal.” ungkap pembalap berusia 18 tahun itu. (Ahmad Raul)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PBVSI Usung Dua Target Jelang Indonesia Jadi Tuan Rumah AVC Men’s Volleyball Champions League 2026
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Masih Lacak Motor dan Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus
• 20 jam lalukompas.com
thumb
4 Pengedar Obat Keras Diciduk di Jakpus, Tramadol hingga Heximer Disita
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
247 Penerbangan dan 33 Ribu Penumpang Diprediksi Padati Bandara Sultan Hasanuddin Hari Ini
• 7 jam laluterkini.id
thumb
Pertamina Berangkatkan Lebih dari 5.000 Pemudik ke 23 Kota di Pulau Jawa
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.