Tahu Aktivis Andrie Yunus Disiram Air Keras, Dedi Mulyadi Beri Komentar dan Soroti Hal Ini

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kasus yang menimpa aktivis Andrie Yunus disiram air keras baru-baru tengah jadi sorotan. Hal itu juga membuat Dedi Mulyadi beri komentar.

Andrie Yunus sendiri diketahui merupakan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Yang sebelumnya dilaporkan mendapat serangan.

Yakni penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026). Sontak saja, hal itu langsung membuat publik geram.

Pasalnya, melansir dari Kompas.com, kasus soal penyiraman air keras terhadap orang-orang penting pernah terjadi dan seolah sering diabaikan.

Salah satunya yakni yang terjadi pada Novel Baswedan penyidik KPK pada tahun 2017 silam.

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus ini pun dikhawatirkan mengulang kejadian yang terjadi pada Novel Baswedan silam. Mengetahui hal tersebut, Dedi Mulyadi beri komentar.

Ya, Gubernur Jawa Barat itu menyampaikan harapan agar Jawa Barat terhindar dari berbagai masalah teror, intimidatif, dan upaya menghilangkan nyawa orang lain dan cacat demi tujuan dan kepentingan tertentu.

Termasuk yang menimpa Andrie Yunus. Dimana Dedi berharap kejadian tersebut harus diselidiki dengan tegas dan menjunjung supremasi hukum.

“Kita harus senantiasa menjunjung supremasi hukum,” ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari TribunJabar.id, Senin (16/3/2026)

Dedi Mulyadi juga meyakini pelaku penyerangan dan dalang di balik penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus itu akan diungkap kepolisian.

Dan berpesan agar masyarakat saling menghargai di tengah demokrasi yang terbuka seperti di Indonesia.

 

Sementara itu, sebelum Dedi Mulyadi beri komentar, sesaat sebelum kasus penyiraman itu terjadi, Andrie Yunus sempat mendapat panggilan telepon misterius.

Hal ini disampaikan Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, ia menyebut Andrie sempat mendapat sejumlah panggilan dari nomor tidak dikenal pada 9 hingga 12 Maret 2026.

Pada pada hari kejadian, Andrie beraktivitas sebagaimana biasanya yakni sempat berangkat dari kantor KontraS sekitar pukul 15.30 WIB.

"Korban sempat meninggalkan Kantor KontraS sekitar pukul 15.30 untuk menghadiri pertemuan di Kantor Celios membahas tindak lanjut laporan investigasi Komisi Pencari Fakta mengenai Aksi Agustus 2025," tandas Dimas. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Tantang Trump Kirim Kapal Perang ke Kawasan Teluk Persia
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
25 Kg Kokain yang Terdampar di Pantai Selayar Diduga dari Filipina
• 18 menit laludetik.com
thumb
Kapan Mulai Cuti Bersama Lebaran 2026? Ini Jadwal Libur Menurut SKB 3 Menteri Terbaru
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Rest Area Km 43 Tol Jakarta-Merak Mulai Ramai Disinggahi Pemudik
• 22 jam laludetik.com
thumb
Iran Bersumpah akan Kejar dan Bunuh Netanyahu
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.