Israel dan Lebanon pada Senin (16/3) dilaporkan tengah bersiap menggelar perundingan dalam beberapa hari ke depan untuk membahas gencatan senjata yang lebih permanen di tengah konflik yang terus berlangsung.
Rencana negosiasi itu bertujuan mencapai kesepakatan yang juga mencakup pelucutan senjata kelompok Hizbullah, menurut dua pejabat Israel seperti dilaporkan Reuters.
Pemerintah Lebanon saat ini disebut sedang membentuk delegasi untuk mengikuti perundingan tersebut, meski jadwal pasti pembicaraan belum ditetapkan.
Seorang pejabat Lebanon mengatakan negaranya masih menunggu kepastian apakah Israel akan menyetujui tuntutan Presiden Joseph Aoun, yakni gencatan senjata penuh terlebih dahulu agar negosiasi bisa berlangsung.
Laporan soal rencana perundingan ini pertama kali diungkap surat kabar Israel Haaretz. Namun, seorang pejabat Lebanon menyatakan Beirut belum menerima pemberitahuan resmi dari Israel terkait pembicaraan tersebut.
Di pihak Israel, negosiasi disebut dipimpin oleh Ron Dermer, sekutu dekat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dengan Prancis ikut terlibat dalam inisiatif diplomatik itu.
Menurut Reuters, konflik antara Israel dan Hizbullah meningkat sejak awal Maret ketika kelompok sekutu Iran tersebut menembakkan roket ke wilayah Israel.
Israel kemudian melancarkan operasi militer balasan yang menurut laporan telah menewaskan lebih dari 800 orang di Lebanon dan memaksa lebih dari 800.000 warga mengungsi.
Di tengah konflik itu, Presiden Aoun menyatakan pemerintah Lebanon siap menggelar pembicaraan langsung dengan Israel untuk mengakhiri perang.





