JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya masih melacak pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang terjadi di kawasan Salemba, Jakarta.
Polisi saat ini belum dapat memastikan nomor polisi kendaraan bermotor pelaku, sebab terdapat sekitar 260 kemungkinan kombinasi dari nomor polisi kendaraan yang terekam kamera pengawas tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanudin, mengatakan kepolisian masih menelusuri berbagai kemungkinan dari nomor kendaraan yang tertangkap kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.
“Untuk nomor polisinya masih kita dalami karena ada sekitar 260 kemungkinan dari nomor yang muncul tersebut, kami masih analisa,” kata Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).
Baca juga: Fakta-Fakta Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Ia menegaskan polisi akan menyampaikan perkembangan terbaru apabila alat bukti yang dikumpulkan sudah cukup untuk menetapkan tersangka.
“Saya kira nanti kalau kami sudah fix menemukan seluruh alat bukti yang mengarah pada perbuatan seseorang sehingga seseorang dapat ditetapkan sebagai tersangka, nanti kami juga akan informasikan,” ujarnya.
Selain menelusuri nomor kendaraan, penyidik juga masih mendalami rekaman CCTV yang memperlihatkan dua orang pelaku yang diduga terlibat langsung dalam penyiraman air keras tersebut.
“Untuk yang tercover CCTV, kami masih mendalami yang dua orang tersebut,” kata Iman.
Baca juga: Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Naik Penyidikan, Foto Pelaku Viral Ternyata AI
Polisi Periksa 2.610 Rekaman CCTVDalam upaya mengungkap kasus ini, polisi memeriksa 2.610 rekaman video CCTV yang berasal dari 86 titik kamera di sekitar lokasi kejadian hingga jalur yang diduga dilalui pelaku.
Total durasi rekaman yang dianalisis mencapai 10.320 menit.
“Ada 2.610 gambar dalam bentuk video durasi 10.320 menit sehingga butuh waktu beberapa hari ini dalam menganalisa digital kamera CCTV yang ada dilintasi pelaku,” jelas Iman.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga empat orang terlibat dalam peristiwa tersebut. Mereka disebut telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum aksi penyiraman terjadi.
Iman mengatakan para terduga pelaku mulai membuntuti Andrie sejak korban meninggalkan kantornya di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
“Terpantau dari sejumlah titik para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban terdeteksi dari kamera pengawas dari jalur dari Jakarta Selatan menuju titik kumpul awal di Merdeka Timur di depan Stasiun Gambir,” kata Iman.
Setelah melancarkan aksinya, para terduga pelaku diduga melarikan diri ke sejumlah arah berbeda, antara lain menuju kawasan Kalibata, Ragunan, hingga ke wilayah Bogor.
Baca juga: Lacak Penyiram Aktivis KontraS Andrie Yunus, Polisi Periksa 2.610 Video CCTV





