Beauty, Oleh-Oleh Malang Ini Bisa Jadi Bagian Cerita Perjalanan Kamu Lho!

herstory.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Saat pergi ke luar kota, membawa pulang oleh-oleh dari sebuah kota sering kali bukan sekadar urusan belanja, kan? Di Malang, tradisi itu bahkan sudah menjadi bagian dari pengalaman wisata. Salah satu yang paling dikenal adalah pia legendaris dari Pia Cap Mangkok, yang sejak 1959 menjadi ikon oleh-oleh kota ini dan terus dicari wisatawan hingga kini lho, Beauty!

Lebih dari enam dekade berjalan, pia ini tidak hanya dikenal sebagai camilan khas, tetapi juga sebagai bagian dari cerita perjalanan para pengunjung yang datang ke Malang. 

Bagi banyak orang, membawa pulang pia berarti ikut membawa pulang potongan kecil dari sejarah kuliner kota tersebut.

Selama lebih dari 65 tahun, Pia Cap Mangkok telah menjadi bagian dari tradisi wisata ke Malang. Di kota ini, membeli pia bukan hanya soal oleh-oleh, melainkan juga pengalaman destinasi yang melekat dalam perjalanan wisata.

Menariknya, brand ini tetap mempertahankan eksklusivitasnya. Tanpa melakukan ekspansi distribusi secara besar-besaran, produk pia tersebut hanya dapat diperoleh langsung di Malang. Strategi ini sekaligus memperkuat nilai autentisitasnya sebagai oleh-oleh khas yang benar-benar melekat dengan kota asalnya.

Di tengah tradisi yang panjang itu, inovasi tetap dilakukan agar kuliner legendaris ini bisa terus relevan. Salah satunya dengan menghadirkan kembali varian Pistachio Kunafa spesial di bulan Ramadan.

Varian ini memadukan karakter khas pia dengan sentuhan rasa Timur Tengah yang sedang populer secara global. Konsepnya dirancang sebagai limited modern edition, tetapi tetap mempertahankan standar kualitas serta resep yang diwariskan turun-temurun.

“Inovasi ini bukan sekadar menghadirkan rasa baru, tetapi menjadi bagian dari komitmen kami untuk menjaga relevansi tanpa meninggalkan akar sejarah,” ujar Eunike Christian sebagai Direktur Pia Cap Mangkok. 

“Kami ingin memastikan setiap orang yang datang ke Malang membawa pulang rasa yang menjadi bagian dari sejarah kota ini,” lanjutnya.

Menurut Eunike, melalui inovasi tersebut perusahaan juga ingin menegaskan posisi produknya sebagai lebih dari sekadar makanan ringan. Pia Cap Mangkok ingin terus hadir sebagai destination product yang memang dicari oleh wisatawan ketika berkunjung ke Malang.

Artinya, produk tersebut bukan hanya oleh-oleh biasa, tetapi juga simbol pengalaman perjalanan yang ingin dibawa pulang oleh para wisatawan.

Hadirnya kembali varian Pistachio Kunafa juga menjadi upaya menjembatani lintas generasi. Di satu sisi, produk ini tetap mempertahankan karakter pia legendaris yang sudah dikenal lama. Di sisi lain, sentuhan rasa baru memberikan pengalaman berbeda yang bisa dinikmati generasi masa kini.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa kuliner heritage tidak selalu bersifat statis. Warisan rasa tetap bisa berkembang mengikuti selera zaman, tanpa kehilangan identitasnya sebagai bagian dari sejarah kuliner sebuah kota.

Melalui strategi tersebut, Pia Cap Mangkok terus menjaga posisinya sebagai representasi rasa Malang yang dikenal luas sekaligus menjadi bagian dari pengalaman wisata yang melekat bagi banyak pengunjung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gibran Ingatkan Pemudik Hati-hati di Jalan dan Jaga Keselamatan
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Bupati Cilacap Jadi Tersangka Korupsi, Begini Respons Cak Imin
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Setelah Andrie Yunus, Giliran Mahasiswa yang Undang Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto DITEROR
• 2 jam laludisway.id
thumb
Google Rombak Aplikasi Maps, Tambah Sederet Fitur AI
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.