JAKARTA, KOMPAS.TV - Koalisi Masyarakat Sipil turut menyelidiki kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Bidang Eksternal Kontras sekaligus aktivis hak asasi manusia (HAM), Andrie Yunus, oleh orang tidak dikenal pada Kamis malam, 12 Maret 2026.
Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Senin (16/3/2026).
“Kami memang melakukan pencarian fakta terpisah. Baik itu menelusuri kembali perjalanan Andrie di hari kejadian. Mulai dari bepergian ke kantor Celios pada sore hari atau keberadaan sebelumnya di kantor Kontras di Kramat 2,” ucap Usman.
“Sampai dengan kegiatan terakhir sebelum kejadian penyerangan air keras atau usaha untuk membunuh Andrie Yunus, yaitu ke YLBHI, Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, untuk menggelar podcast tentang re-militerisme dan juga judicial review Undang-Undang TNI.”
Baca Juga: Usman Hamid Minta Polri Segera Usut Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus: Bukti Sudah Banyak
Usman mengungkapkan Koalisi Masyarakat Sipil banyak memperoleh rekaman CCTV dari sekitar lokasi kejadian.
“Dari sejumlah titik ketika perjalanan Andrie dari arah Menteng menuju ke YLBHI, itu juga sudah kami peroleh. Termasuk juga bukti-bukti tambahan lainnya,” katanya.
“Namun kami belum bisa mengumumkan bagaimana pandangan kami atau interpretasi kami atas bukti-bukti yang kami peroleh tersebut, sebelum kami verifikasi lebih jauh lagi dengan keterangan saksi dan juga keterangan ahli serta petunjuk-petunjuk tambahan. Termasuk juga kami harapkan ada semacam bukti tambahan dari electronic traffic info.”
Diberitakan KompasTV, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di wilayah Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- usman hamid
- koalisi masyarakat sipil
- aktivis disiram air keras
- andrie yunus
- penyiraman air keras
- penyiraman air keras aktivis





