Pelabuhan Jangkar Situbondo Kewalahan, Warga Raas Terpaksa Sewa Kapal Cepat

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Situbondo, tvOnenews.com — Lonjakan arus mudik menuju kepulauan Madura memicu antrean panjang di Pelabuhan Jangkar Situbondo. Sulitnya mendapatkan tiket kapal feri membuat ratusan warga Pulau Raas Madura nekat patungan menyewa kapal cepat agar bisa pulang kampung menjelang lebaran.

Sebanyak 450 pemudik akhirnya diberangkatkan menggunakan KM Express Bahari 1F pada Senin (16/3), atau H-5 lebaran.

Kapal cepat tersebut menjadi solusi darurat bagi warga yang sudah berhari-hari kesulitan mendapatkan tiket penyeberangan. Begitu pintu dermaga dibuka, ratusan pemudik langsung bergegas memasuki area pelabuhan.

Petugas satu per satu memeriksa tanda pengenal yang digantung di leher penumpang sebagai nomor kursi di dalam kapal. Keterbatasan kapal feri saat musim mudik membuat warga akhirnya berinisiatif mengumpulkan biaya bersama, untuk menyewa kapal cepat.

Koordinator pemudik asal Raas, Busro, mengatakan langkah mencarter kapal cepat dilakukan agar warga tidak terjebak antrean panjang di Pelabuhan Jangkar.

“Kami sepakat patungan mencarter kapal cepat supaya bisa cepat pulang. Kalau menunggu kapal feri bisa berhari-hari karena tiketnya sangat terbatas. Dengan kapal cepat ini perjalanan jauh lebih singkat,” ujar Busro.

Selain mempersingkat waktu tempuh, kapal cepat juga menawarkan fasilitas yang lebih nyaman bagi penumpang. Jika kapal feri membutuhkan sekitar empat jam perjalanan, kapal cepat hanya memerlukan waktu sekitar dua jam untuk mencapai Pulau Raas.

Namun percepatan perjalanan itu harus dibayar lebih mahal. Untuk kursi VIP, pemudik harus membayar sekitar Rp350 ribu, sementara kelas reguler sekitar Rp250 ribu per orang.

Meski harus merogoh kocek lebih dalam, para pemudik mengaku tetap bersyukur karena bisa segera pulang ke kampung halaman.

Koordinator kapal cepat KM Express Bahari 1F, Adam, mengatakan pihaknya menyiagakan kapal tersebut untuk membantu mengurai kepadatan arus mudik menuju kepulauan.

“Kapal ini berkapasitas 450 penumpang dan kami siagakan untuk membantu mengurai arus mudik dan arus balik. Biasanya kapal standby di Banyuwangi dan direncanakan melayani sekitar tujuh trip selama masa mudik dan balik,” kata Adam.

Menurutnya, lonjakan pemudik diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Bahkan diprediksi masih ada sekitar 800 pemudik yang tertahan antrean di Pelabuhan Gilimanuk Bali dan berpotensi melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Jangkar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serba-serbi Mudik H-6 Lebaran
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Kata TNI AU soal Viral Transaksi Tramadol di Seberang Markas
• 27 menit laludetik.com
thumb
Trump Ancam SerangLagi ke Pusat Minyak Iran
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Launching Rahang Tuna, Inovasi Baru Kurnia Seafood Sambut Idulfitri 1447 H
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
TNI AU Bantah Terlibat Perdagangan Tramadol di Depan Markas Satrekon Pondok Gede
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.