Gesits Bantah Isu Setop Operasi Bisnis

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Corporate Secretary PT Gesits Motor Nusantara, Nurrahman membantah isu penghentian aktivitas bisnis perusahaan yang beredar di media sosial. Ia menegaskan pabrikan sepeda motor listrik itu masih tetap beroperasi hingga kini.

"Iya, sebenarnya saya juga bingung, ya. Kalau itu kan saya bacanya dari Instagram. Terus di situ kan bilangnya dari orang dalam, tapi pada prinsipnya perlu klarifikasi memang kami masih berjalan," buka Nurrahman dihubungi kumparan, Jumat (13/3/2026).

Nurrahman tak menampik pabrikan tengah mengalami pasang surut penjualan akibat tidak adanya insentif motor listrik sejak tahun lalu hingga sekarang. Sehingga menurutnya membuat kesan Gesits terlihat vakum.

"Ya, kalau untuk Gesitsnya sendiri ya, jujur kami masih olah. Kami dengan pemegang saham kami juga melihat strategi apa yang perlu kami siapkan. Itu mungkin kami belum bisa menyampaikan hal tersebut," terangnya.

Ia bercerita, penjualan motor listrik anjlok hingga 80 persen sejak terakhir program bantuan pemerintah berupa potongan Rp 7 juta selesai pada 2024. Kondisi diperparah dengan ketidakpastian kelanjutan program serupa pada tahun berikutnya.

"Persentasenya itu motor listrik bisa sampai 60-80 persen penurunannya. Seluruh brand, rata-rata segitu dan artinya strategi-strategi kita selama ini yang enggak jalan, mestinya bisa kita coba jalankan kembali," kata Nurrahman.

Perusahaan dikatakan berfokus pada penguatan purna jual dan jaringan distributor yang masih tersisa, Gesits saat ini masih mengandalkan tiga model yakni G1, DLX, Raya, dan terbaru GV1. Komposisi penjualannya 60 persen untuk sektor fleet.

"Kita 60:40, 60 persen kebanyakan untuk fleet dan untuk model yang menjadi favorit masih G1. Saya rasa dengan isu global (Iran-AS) ini harusnya bisa sih bisa berjalan lagi (peningkatan penjualan). Sambil kita menggodok lagi strategi apa ke depannya yang cocok," katanya.

Tanpa insentif, penjualan motor listrik 2025 anjlok 28,5 persen

Ketua Umum Asosiasi Kendaraan Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi mengatakan penjualan motor listrik sepanjang tahun 2025 berjalan lebih sedikit dibanding capaian tahun 2024. Selisihnya bisa mencapai lebih dari 25 persen.

"Intinya penjualan selama tahun 2025 dengan kemampuan yang cukup kemarin itu ada di sekitar 55 ribu unit. Jadi dibandingkan dengan tahun 2024 itu (ada selisih) 20 ribuan unit," buka Budi dihubungi kumparan (3/1/2026).

Data yang diterima kumparan, penyaluran motor listrik sepanjang tahun 2025 berjalan totalnya 55.059 unit, dihimpun hingga 9 Desember. Alias turun 28,5 persen dibanding tahun 2024 yang catatkan angka 77.078 unit.

Di luar tahun 2025, sejatinya sejak 5 tahun terakhir penyerapan motor listrik di dalam negeri secara bertahap alami peningkatan. Data terekam paling awal pada 2017 populasinya hanya 32 unit, kemudian pada 2020 menjadi 2.109 unit, tahun 2021 melonjak jadi 10.546 unit.

Pada 2022 total penjualannya masih belasan ribu unit yakni 17.198 unit. Baru pada tahun 2023 yang mana periode subsidi Rp 7 juta mulai berjalan membuat penjualan motor listrik menjulang jadi 62.409 unit, lalu tahun 2023 menjadi 77.078 unit.

Secara keseluruhan, populasi motor listrik di Indonesia telah mencapai 225.647 unit. Namun tidak dijelaskan apakah statusnya hanya berupa unit baru atau ada campuran dengan konversi dan semacamnya.

Budi tak menampik, melesatnya penjualan motor listrik tiga tahun terakhir tak terlepas dari bantuan pemerintah. Kini pihaknya berharap stimulus untuk motor listrik benar-benar dapat digelar lagi tahun ini.

"Kami memahami bahwa pemerintah memiliki prioritas lain seperti program MBG, kemudian baru-baru ini terjadi bencana alam di Sumatera. Kita tunggu seperti apa kebijakannya sembari mencari solusi lain yang tidak bergantung pada pemerintah," imbuh Budi.

Untuk itu, pihaknya akan mendorong pemerintah mendukung kebijakan non-fiskal agar momentum penjualan motor listrik tetap terjaga. Budi memberi contoh soal parkir khusus untuk motor listrik atau bebas ganjil-genap.

"Tetapi intinya pertumbuhan ini menurut saya cukup menggembirakan, wajar karena pemerintah dan masyarakat masih belajar. Kita akan coba banyak lakukan kolaborasi dengan pemerintah atau organisasi nirprofit," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil, Klasemen, dan Top Skor Liga Spanyol: Barca Kembali Unggul 4 Poin dari Madrid, Real Betis Tetap 5 Besar
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Real Madrid Full Skuat! Duet Mbappe-Bellingham Siap Teror Manchester City di Leg Kedua
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Pelaku Penyiraman Cairan Berbahaya Andrie Yunus Diduga Panik dan Sebar Sketsa Wajah Palsu Buatan AI
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Cara Membedakan Video Asli vs AI Deepfake Benjamin Netanyahu
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Usman Hamid Harap Prabowo Setop Beri Pesan Bersayap, Instruksikan Usut Tuntas Tapi Tuding Aktivis
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.