FAJAR, JAKARTA – Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, akhirnya muncul ke publik. Ini seolah meledek Iran yang gagal membunuhnya.
Lewat unggahan video terbaru, Netanyahu sekaligus menepis isu bahwa dirinya tewas akibat serangan hebat dari Iran. Spekulasi ini sebelumnya memanas setelah foto-foto dirinya yang terluka beredar luas dan diduga kuat merupakan rekayasa.
Kehadiran video ini menjadi jawaban langsung atas klaim yang menyebut kepemimpinan Israel sedang mengalami kekosongan.
Dalam sebuah video berdurasi satu menit di akun X miliknya, Netanyahu terlihat sedang membeli kopi. Ia menunjukkan kondisi fisiknya yang bugar guna mematahkan spekulasi publik mengenai kondisi kesehatannya yang dikabarkan kritis.
Pemimpin Israel tersebut tampil percaya diri sambil berinteraksi dengan lingkungan sekitar kedai kopi yang ia kunjungi.
“Saya ngidam kopi,” ucap Netanyahu dalam bahasa Ibrani di dalam rekaman video tersebut.
Netanyahu bahkan sempat melontarkan candaan terkait tuduhan penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI dalam video sebelumnya. Ia sengaja memperlihatkan kedua tangannya ke arah kamera untuk membuktikan bahwa video itu asli dan otentik.
Langkah ini dilakukan untuk meredam kecurigaan netizen yang sangat kritis terhadap setiap kemunculan resminya.
“Apa kalian ingin menghitung jumlah jari saya?” ucapnya, sambil tersenyum dan menunjukkan lima jari di masing-masing tangannya.
Spekulasi AI dan Isu Enam Jari
Isu kematian Netanyahu menguat setelah video pidato pada 13 Maret dianggap sebagai hasil produksi kecerdasan buatan. Netizen menyoroti detail tangan Netanyahu yang terlihat memiliki enam jari, yang merupakan ciri khas kesalahan generatif AI.
Meskipun pemerintah Israel telah berulang kali membantah, rumor tersebut terus bergema di tengah panasnya konflik militer.
“Cheers!” ujar Netanyahu kemudian sembari mengangkat gelas kopinya sebagai bentuk kemenangan atas rumor tersebut.
Klarifikasi visual ini dianggap sangat penting untuk menjaga stabilitas internal Israel di tengah tekanan perang global. Foto-foto Netanyahu yang terluka sebelumnya memang sengaja disebarkan untuk menciptakan kepanikan massal di jagat maya.
Namun, video terbaru ini memberikan bukti fisik yang sulit dibantah mengenai kondisi terkini sang Perdana Menteri.
Update Situasi Perang AS-Israel vs Iran
Mengenai situasi keamanan, Netanyahu memberikan indikasi bahwa wilayah Israel saat ini masih berada dalam kondisi yang aman. Ia memberikan izin kepada warga untuk keluar dari bunker guna menghirup udara segar dengan tetap waspada.
Meski demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tidak bepergian terlalu jauh demi meminimalkan risiko serangan balasan mendadak.
“Kami sedang melakukan hal-hal yang belum bisa saya bagikan saat ini,” tutur Netanyahu mengenai strategi militernya.
Ia juga menegaskan bahwa kekuatan militer Israel terus memberikan tekanan hebat terhadap musuh-musuh regional mereka saat ini. “Tapi kami menyerang Iran dengan sangat keras, dan juga Lebanon,” ucapnya menambahkan poin penting terkait serangan udara.
Pernyataan ini menegaskan bahwa operasi militer Israel tetap berjalan sesuai rencana meski di bawah bayang-bayang konflik.
Ancaman Balasan dari Garda Revolusi Iran
Perang yang pecah sejak 28 Februari ini telah memasuki pekan ketiga dan merenggut ribuan nyawa manusia. Konflik meluas ke negara-negara Arab setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran tempo lalu.
Pihak Iran secara terbuka menyatakan dendam kesumat terhadap pemimpin Israel tersebut sebagai bentuk pembalasan atas serangan itu.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu (15/3) bersumpah akan memburu Netanyahu selama ia masih hidup. Hal ini memicu ketegangan diplomatik dan militer yang semakin meruncing antara blok Amerika Serikat-Israel dengan pihak Iran. (*)





