Tips Agar Berat Badan Tak Naik Saat Santap Sajian Idul Fitri 2026

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Idul Fitri 2026 identik dengan momen silaturahmi dan makan bersama keluarga yang penuh kehangatan. Di meja makan, aneka hidangan khas seperti rendang, opor ayam, hingga gulai kerap menjadi sajian utama yang sulit ditolak.

Meski lezat, makanan khas Lebaran umumnya tinggi lemak karena kaya santan dan diolah dengan bumbu yang berat. Karena itu, menjaga pola makan saat Idul Fitri 2026 menjadi penting agar berat badan tidak mudah naik setelah Ramadan.

Setelah sebulan berpuasa, frekuensi makan saat Lebaran biasanya meningkat karena banyaknya kunjungan dan acara keluarga. Jika tidak diatur dengan bijak, kondisi ini bisa memicu kelebihan asupan kalori dan berdampak pada kesehatan.

Tips Menjaga Berat Badan Saat Idul Fitri

Menjaga berat badan saat Idul Fitri 2026 pada dasarnya tetap mengikuti prinsip yang sama seperti hari biasa, yaitu menerapkan pola makan gizi seimbang dengan porsi yang cukup. Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh, menjelaskan bahwa kunci utamanya adalah bijak dalam memilih makanan, terutama karena saat Lebaran seseorang cenderung makan lebih sering dibandingkan dengan hari biasa.

Batasi Makanan Bersantan

Mengutip Kompas.com, salah satu langkah penting saat Idul Fitri 2026 adalah membatasi makanan bersantan. Hidangan seperti opor ayam dan gulai memang sulit dilewatkan, tetapi konsumsi berlebihan dapat membuat asupan lemak meningkat.

Karena itu, porsi makanan bersantan sebaiknya tetap secukupnya. Jika memungkinkan, makanan juga bisa dibuat lebih ringan dengan mengganti santan dengan bahan lain yang lebih rendah lemak saat memasak.

Batasi Makanan Jeroan

Selain itu, jeroan juga sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak saat Idul Fitri 2026. Meski sering menjadi menu pelengkap yang gurih dan menggoda, konsumsi jeroan berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan asam urat dalam tubuh. Karena itu, menu ini sebaiknya dibatasi agar tidak terlalu sering masuk ke piring saat Lebaran.

Agar tetap bisa menikmati hidangan tanpa berlebihan, strategi memilih porsi juga penting saat Idul Fitri 2026. Jika ingin makan opor ayam, bagian dada bisa menjadi pilihan karena relatif lebih rendah lemaknya dibandingkan dengan kulit atau paha.

Penggunaan piring kecil juga dapat membantu mengontrol jumlah makanan. Dengan piring yang lebih kecil, seseorang cenderung mengambil porsi lebih sedikit sehingga risiko makan berlebihan bisa ditekan.

Batasi Minuman dan Makanan Manis

Hal lain yang perlu diwaspadai saat Idul Fitri 2026 adalah konsumsi makanan dan minuman manis. Kue kering, sirup, serta aneka minuman manis biasanya tersedia melimpah sepanjang hari raya.

Asupan gula sebaiknya tetap dibatasi, terutama bagi orang yang memiliki risiko diabetes. Sebagai pilihan yang lebih sehat, buah-buahan segar bisa dijadikan camilan karena mengandung serat dan membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Pilihan minuman juga tak kalah penting selama Idul Fitri 2026. Es sirup, es teh manis, hingga minuman bersoda memang menggoda untuk dinikmati saat berkumpul bersama keluarga.

Namun, konsumsi minuman tersebut sebaiknya tidak berlebihan agar asupan gula tetap terkendali. Untuk menjaga keseimbangan, air putih tetap perlu diperbanyak agar kebutuhan cairan tubuh tercukupi.

Menjaga Pola Tidur

Selain mengatur makan, menjaga pola tidur juga disebut bisa membantu setelah Idul Fitri 2026, terutama untuk merontokkan lemak dalam tubuh. Mengutip Serambinews.com, Senin (16/3/2026), dr Zaidul Akbar menjelaskan bahwa salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengatur waktu tidur malam.

Menurutnya, waktu tidur yang paling baik adalah setelah salat Isya. Ia menyebut pola ini selain menjadi kebiasaan Nabi SAW, juga dinilai baik untuk kesehatan karena dari waktu Isya hingga sekitar pukul 12 malam atau 1 dini hari terjadi puncak kenaikan growth hormone.

Dalam penjelasannya, dr. Zaidul Akbar menyebut growth hormone yang meningkat dapat membantu membakar lemak. Sebaliknya, kenaikan berat badan bisa terjadi karena waktu tidur yang kurang sehingga hormon pertumbuhan tidak keluar dengan optimal. Karena itu, tidur lebih awal setelah salat Isya dapat menjadi salah satu kebiasaan yang mendukung tubuh tetap sehat setelah Idul Fitri 2026.

Dengan pengaturan pola makan yang tepat dan kebiasaan tidur yang baik, Idul Fitri 2026 tetap bisa dinikmati tanpa rasa khawatir berlebihan soal berat badan. Menikmati hidangan Lebaran boleh saja, asalkan tetap bijak dalam memilih porsi, jenis makanan, dan menjaga ritme tubuh setelah Ramadan. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Pastikan Penindakan Tetap Berjalan Meski Masuki Libur Lebaran
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Tegang Jelang Liburan: 11 Bank Sentral Rapat, Risiko Defisit Membesar
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Stasiun Gambir Mulai Dipadati Pemudik Jelang Lebaran
• 34 menit laluidxchannel.com
thumb
Arab Saudi Berhasil Cegat 61 Drone di Wilayah Fasilitas Energi Vital
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Video Netanyahu Minum di Kedai Kopi, Grok AI: 100 Persen Deepfake-World in Minute
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.