Sering Disalahpahami, Dokter Jelaskan Konsep KIPI Usai Vaksin

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Vaksinasi sering kali menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, terutama ketika muncul keluhan setelahnya. Tidak sedikit orang yang langsung mengaitkan berbagai kejadian setelah vaksin dengan efek vaksin itu sendiri. Padahal, tidak semua kejadian yang terjadi setelah imunisasi memiliki hubungan langsung dengan vaksin.

Menurut vaksinolog sekaligus internis, dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, FINASIM, FRSPH, FRCP, kondisi tersebut dikenal dengan istilah KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Penjelasan ini disampaikannya dalam acara buka puasa bersama yang digelar oleh Bumame di Jakarta Selatan pada Kamis (12/3).

Menurut dr. Dirga, KIPI merupakan segala kejadian yang tidak nyaman atau tidak mengenakkan yang muncul setelah seseorang menerima vaksin. Namun, kejadian tersebut belum tentu memiliki hubungan langsung dengan vaksinasi.

Ia mencontohkan, seseorang yang baru saja menerima vaksin kemudian mengalami kejadian lain, seperti jatuh di jalan atau pingsan, tetap bisa dilaporkan sebagai KIPI karena terjadi setelah vaksinasi. Namun, kejadian tersebut belum tentu disebabkan oleh vaksin. Untuk memastikan hubungan tersebut, ada proses penilaian khusus yang dilakukan oleh tim ahli.

“Tapi apakah jatuh atau pingsan di jalan itu berhubungan dengan vaksin? tunggu dulu. Itu ada metode-metodenya,” ujarnya.

Ada Komite Khusus yang Menilai KIPI

Di Indonesia, terdapat komite khusus yang bertugas menilai setiap laporan KIPI. Komite ini terdiri dari para ahli yang akan meneliti apakah kejadian tersebut benar-benar berkaitan dengan vaksin atau tidak.

Kata dr. Dirga, ada Komite Daerah KIPI serta Komite Nasional KIPI yang bertugas melakukan investigasi terhadap setiap laporan yang muncul.

“Kita punya komite nasional KIPI yang isinya para ekspert untuk menilai. Ini ada hubungannya apa nggak?” imbuh dr. Dirga.

Namun, yang menjadi perhatian utama adalah jika terjadi KIPI berat yang terbukti berkaitan langsung dengan vaksin. Tapi hingga saat ini, berbagai kasus yang diselidiki sering kali tidak memiliki hubungan langsung dengan vaksinasi.

Reaksi yang Paling Umum Setelah Vaksin

Bukan cuma itu, tenaga kesehatan memiliki kewajiban untuk menjelaskan kemungkinan reaksi setelah vaksin sebelum melakukan penyuntikan.

Ia menyebutkan ada dua reaksi yang paling sering terjadi setelah imunisasi, yaitu nyeri di bekas suntikan dan demam ringan atau rasa tidak nyaman.

“Minimal dua itu mesti dijelasin. Sumeng itu sekitar 10 persen lah kira-kira. Sumeng demam itu tidak nyaman. Tapi sebenarnya kalau dari sisi ahli vaksin, saya senang kalau orang demam,” katanya.

Meski dapat membuat tidak nyaman, kondisi ini sebenarnya merupakan tanda bahwa vaksin sedang bekerja membentuk respons imun di dalam tubuh. Setiap orang juga bisa merasakan reaksi yang berbeda setelah vaksinasi. Ada yang mengalami demam, rasa lelah, mengantuk, atau bahkan merasa lebih lapar.

“Nyeri di bekas suntikan yang wajar doang. Itu mesti dijelasin. Tidak nyaman, tapi tidak bahaya, dan biasanya 24 jam dia akan menghilang sendiri. Karena reaksi tersebut sangat individual jadi setiap anak beda-beda,” pungkas dr. Dirga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rekor! Zakat Istana 2026 Tembus Rp4,3 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah
• 1 jam lalumatamata.com
thumb
Kimi Antonelli Menang di China, George Russell Prediksi Persaingan F1 2026 Akan Sangat Ketat
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Perusahaan Asuransi Hadirkan Perlindungan Mudik, Perjalanan Lebih Tenang
• 6 jam laluterkini.id
thumb
Mata Uang Asia Beda Nasib: Won- Ringgit Ijo Royo-Royo, Rupiah Ambruk
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Trump : Semua “Sel Tidur” Iran di Amerika Serikat Telah Ditemukan
• 20 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.