Trump : Semua “Sel Tidur” Iran di Amerika Serikat Telah Ditemukan

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia tidak khawatir Iran akan melakukan serangan teroris di wilayah Amerika Serikat, karena pemerintah AS telah menemukan semua “sel tidur” Iran. Sel-sel rahasia ini disebut bersembunyi di negara asing dan menunggu perintah sebelum melancarkan serangan teroris.

Trump: Iran telah Kehilangan Kekuatan Militernya

Pada 11 Maret waktu setempat, Trump mengatakan kepada media di luar Gedung Putih bahwa ia tidak khawatir Iran akan melakukan serangan balasan di Amerika Serikat.

“Tidak, saya tidak khawatir,” kata Trump.

 “Saat ini Iran telah kehilangan angkatan lautnya, kehilangan angkatan udaranya, tidak memiliki sistem pertahanan udara, tidak memiliki radar, bahkan para pemimpinnya juga sudah tidak ada.”

Trump juga menambahkan bahwa Amerika sebenarnya bisa bertindak lebih keras lagi.

Ia mengatakan militer AS masih “meninggalkan beberapa hal” di Iran dan ada sejumlah target yang belum diserang. Jika diperlukan, target-target tersebut dapat dihancurkan dalam waktu satu hari.

Trump menekankan bahwa Amerika Serikat berada dalam posisi yang sangat menguntungkan dalam perang melawan Iran.

AS Mengklaim Mengetahui Semua “Sel Tidur” Iran

Pada hari yang sama, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Amerika Serikat telah menemukan semua “sel tidur” Iran.

Kelompok rahasia ini disebut bersembunyi di berbagai negara dan hanya akan bergerak setelah diaktifkan untuk melakukan serangan teroris.

“Kami tahu di mana ‘sel tidur’ Iran berada… kami mengetahui mereka dengan sangat baik,” kata Trump.

Persidangan Mata-mata Iran di AS

Di tengah serangan militer bersama antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sebuah pengadilan federal di Distrik Timur New York sedang mengadili seorang mata-mata Iran.

Tersangka tersebut baru-baru ini mengakui di pengadilan bahwa pada tahun 2024 ia diperintahkan oleh pemerintah Iran untuk menyewa pembunuh bayaran guna membunuh Presiden Trump.

Menurut dokumen pengadilan, seorang warga Pakistan berusia 47 tahun bernama Asif Raza Merchant saat ini sedang diadili karena mencoba menyewa pembunuh bayaran dua tahun lalu.

Dalam proses persidangan sebelumnya, dokumen tidak secara jelas menyebutkan siapa target pembunuhan tersebut. Namun dalam sidang pada 4 Maret, terdakwa mengaku bahwa targetnya adalah Trump, yang saat itu merupakan kandidat presiden dari Partai Republik, serta kemudian juga Presiden AS Joe Biden.

Trump: Iran Sedang Membayar Harga Mahal

Pada 12 Maret di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa Iran sebagai negara yang dipenuhi terorisme dan kebencian kini sedang membayar harga atas tindakannya.

Ia menegaskan bahwa militer AS sedang melakukan apa yang harus dilakukan.

“Hal ini sebenarnya sudah seharusnya dilakukan selama 47 tahun terakhir,” kata Trump.
“Banyak pemimpin sebelumnya sebenarnya bisa melakukan hal ini, tetapi mereka memilih untuk tidak melakukannya.”

Trump juga mengatakan:  “Mereka (Iran) adalah negara yang penuh dengan teror dan kebencian, dan sekarang mereka sedang membayar harga yang sangat mahal.”

Dilaporkan oleh Luo Tingting/Disunting oleh Wen Hui


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Event Terbatas The Smurfs dan Mode Party Rumble Baru di Sonic Rumble
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
126 Ribu Orang Seberangi Selat Sunda, ASDP Siapkan 33 Kapal
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Burnley vs Bournemouth 0-0: Rekor Buruk di Turf Moor dan Bayang-bayang Degradasi
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Waspada! Beredar Video Hoaks soal Daftar Bank Ditutup
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Gempa M 4,1 di Sukabumi Terasa hingga Cianjur, Warga Panik-Dengar Gemuruh
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.