Pilu Kakek 72 Tahun Mau Mudik ke Padang, Malah Kena Pungli di Pelabuhan Ciwandan

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Nasib pilu menimpa seorang pemudik lansia berusia 72 tahun bernama Asrul. Kakek ini memprotes pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas pemeriksaan tiket di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, pada Minggu (15/3) malam.

Asrul mudik seorang diri menggunakan sepeda motor hendak menuju Padang, Sumatera Barat. Ia mengaku diminta membayar tiket penyeberangan sebesar Rp 80.000. Padahal harga yang tercantum di tiket hanya Rp 45.000.

Peristiwa itu bermula saat Asrul berangkat dari Bekasi sekitar pukul 15.00 WIB menuju pelabuhan untuk menyeberang ke Sumatera. Ia sempat menuju Pelabuhan Merak karena tidak mengetahui pemudik sepeda motor diarahkan menyeberang melalui Pelabuhan Ciwandan.

Setibanya di Pelabuhan Ciwandan sekitar pukul 23.00 WIB, Asrul mengaku dibantu oleh seorang petugas loket pemeriksaan tiket untuk membeli tiket kapal feri menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Karena tidak memahami cara membeli tiket secara daring, Asrul menerima bantuan tersebut meski diminta membayar sebesar Rp 80.000.

"Masalahnya gini, saya dari ujung ke ujung muter-muter, pas di pintu (loket pemeriksaan tiket), ditanya 'Pak hp bapak mana?', ga punya saya bilang, dibantuin sama dia (beli tiketnya), berapa pak? Rp 80 ribu kata dia," ungkap Asrul kepada wartawan di lokasi.

Namun ia terkejut saat melihat harga yang tercantum pada tiket hanya sebesar Rp 45.000.

"Pas saya lihat (tiketnya) kok Rp 45 ribu, padahal dia petugas," ujarnya.

Merasa dirugikan, Asrul memprotes petugas di area pelabuhan. Petugas PT ASDP Indonesia Ferry kemudian mengembalikan selisih uang yang dibayarkan Asrul dan tetap memberinya tiket untuk menyeberang.

"Saya dari Bekasi mau ke Padang, sendiri (pakai motor). Ga tau deh (nyampe Padang kapan), kalau cape istirahat lah," tandasnya.

ASDP Minta Maaf

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Merak, Umar Imran Batubara, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

Menurutnya, pemudik tersebut tiba di Pelabuhan Ciwandan tanpa memiliki tiket yang sebelumnya seharusnya dibeli melalui kanal resmi. Karena belum memahami mekanisme pembelian tiket, yang bersangkutan meminta bantuan kepada petugas layanan check-in.

"Dalam proses tersebut petugas membantu pembelian tiket melalui agen dengan nominal pembayaran sebesar Rp 80.000. Setelah kendaraan pengguna jasa berada di area parkir siap muat, yang bersangkutan mempertanyakan nominal tersebut karena pada tiket tercantum harga Rp 45.000," kata Umar dalam keterangan resmi, Senin (16/3).

Petugas kemudian melakukan klarifikasi dan menemukan adanya selisih harga antara tiket dan uang yang dibayarkan.

"Dan selisih uang tersebut telah dikembalikan sepenuhnya kepada pengguna jasa, sementara tiket yang dimiliki tetap dinyatakan berlaku untuk perjalanan," ujar Umar.

Sebagai tindak lanjut, ASDP menonaktifkan oknum petugas yang terlibat dari tugas pelayanan.

"Dan yang bersangkutan akan dimintai keterangan lebih lanjut oleh KSKP Pelabuhan Ciwandan untuk proses pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku," kata Umar.

ASDP menyatakan akan memperketat pengawasan layanan di pelabuhan serta mengimbau masyarakat membeli tiket secara mandiri melalui aplikasi atau kanal resmi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli tiket secara mandiri melalui aplikasi atau kanal resmi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan, sehingga proses perjalanan dapat berjalan lebih tertib dan lancar," tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terekam CCTV! Aktivis KontraS Andrie Yunus Diikuti Pelaku Sebelum Disiram Air Keras
• 23 menit laluokezone.com
thumb
Indonesia Ternyata Punya 165 Makanan Khas Lebaran, Ini Daftarnya
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
KAQI Yakin Pendapatan Tumbuh 40 Persen di 2025, Siap Tangkap Peluang Momen Arus Mudik
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
KPK Geledah Rumah Kadis PUPRPKP Rejang Lebong, Sita Uang Tunai Rp1 Miliar
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Kemenkes Buka Layanan Vaksinasi Campak di Posko Mudik
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.