Bisikan Dividen BBRI, BMRI, BBTN, dan BDMN Tahun Buku 2025, Makin Jumbo?

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah perbankan Tanah Air seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) mengungkapkan komitmen terkait dividen tahun buku 2025.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi sebelumnya menyampaikan bank dalam menentukan rasio pembagian dividen akan mempertimbangkan kondisi struktur permodalan perseroan (capital adequacy ratio/CAR) serta rencana pertumbuhan untuk mendukung bisnis yang berkelanjutan di masa depan.

Saat ini, Hery menyebut bahwa kondisi permodalan BRI sangat memadai, tercermin dari CAR BRI yang berada pada level 23,53% hingga akhir 2025. Angka itu jauh di atas ketentuan regulator.

“Mempertimbangkan kondisi tersebut, seyogyanya kami memiliki ruang untuk memberikan dividen dengan payout ratio yang lebih tinggi dibandingkan dengan level histori yang selama ini ada,” ungkap Hery dalam Konferensi Pers Laporan Kinerja Keuangan BRI Kuartal IV/2025 yang digelar secara virtual pada Kamis (26/2/2026).

Selain untuk menghasilkan kondisi permodalan yang optimal, Ketua Umum Perbanas itu mengungkapkan bahwa langkah ini menjadi upaya perseroan guna memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada para pemegang saham.

Menurutnya, dengan pembagian dividen yang lebih besar, return on investment (ROI) BRI akan lebih tinggi, dibanding posisi saat ini. “Kalau misalnya dividennya lebih besar diberikan, return on equity-nya BRI juga akan lebih tinggi,” ujarnya.

Baca Juga

  • Siap-Siap Cum Dividen BNI (BBNI) Pekan Depan Selasa (17/3)
  • Cair Setelah Lebaran, Catat Jadwal Cum Dividen BCA (BBCA) 2026
  • Bos BCA (BBCA) Ungkap Alasan Tebar Dividen Interim hingga 3 Kali Tahun Ini

Sebagai catatan, pada Januari 2026, BRI telah membagikan dividen interim sebesar Rp137 per saham atau sekitar Rp20,63 triliun yang akan diperhitungkan sebagai bagian dari dividen tahun buku 2025.

BRI juga membagikan dividen sebesar Rp51,74 triliun atau Rp343,40 per saham untuk tahun buku 2024. Jumlah tersebut setara dengan 85,32% dari laba bersih perseroan yang mencapai Rp60,64 triliun.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan memberi sinyal bahwa pembagian dividen tahun buku 2025 berpotensi lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun buku 2024, Riduan mengungkapkan bahwa perseroan membagikan dividen dengan payout ratio sebesar 78%.

Kendati begitu, besaran pembagian dividen tahun buku 2025 akan mengacu pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

“Kira-kira segitulah. Nanti kan kami serahkan RUPS nanti. Ya kan keputusannya di RUPS, kami ngusulin. Nanti ditetapkan oleh pemegang saham mayoritas, dalam hal ini Danantara kan berapa persennya. Ya, tapi pasti lebih better lah dibanding tahun lalu,” jelasnya ketika ditemui di Gedung DPR, Rabu (18/2/2026).

Di sisi lain, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengungkapkan bahwa perseroan berencana mengusulkan pembagian dividen sebesar 30% dari laba tahun buku 2025. Rasio tersebut meningkat dibandingkan pembagian dividen tahun buku 2024 yang sebesar 25% dari laba.

“Dividen kita rencana, kita akan usulkan 30%, naik dari tahun lalu,” ujar Nixon di Kantor BTN, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, usulan kenaikan dividen tersebut dilakukan perseroan untuk mengelola sekaligus meningkatkan return on equity (ROE) BTN. Perseroan pun menargetkan ROE pada tahun ini naik sekitar 2% dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk diketahui, BTN membagikan dividen senilai Rp751,83 miliar untuk tahun buku 2024. Berdasarkan catatan Bisnis, bank tersebut membukukan laba bersih Rp3 triliun pada 2024, sehingga rasio pembagian dividen setara dengan 25% dari laba perseroan. Nilai dividen tersebut setara dengan Rp53,57 per saham.

Rasio pembagian dividen pada tahun buku 2024 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2023, BTN membagikan dividen tunai senilai Rp700,19 miliar atau Rp49,89 per saham. Jumlah tersebut mencerminkan dividend payout ratio sebesar 20% dari laba bersih BTN yang mencapai Rp3,5 triliun pada tahun tersebut.

Bank Danamon juga memberi sinyal pembagian dividen tahun buku 2025. Kendati begitu, Wakil Direktur Utama Bank Danamon Honggo Widjojo Kangmasto mengatakan bahwa besaran nilai dividen tahun buku 2025 akan diputuskan dalam RUPST pada 31 Maret 2026.

“Ini tentunya tidak bisa dijawab secara eksak karena tentunya kita menunggu hasil RUPS,” kata Honggo dalam Konferensi Pers Virtual Paparan Kinerja FY 2025 Bank Danamon, Kamis (19/2/2026).

Kendati begitu, Honggo mengatakan bahwa Bank Danamon dalam beberapa tahun terakhir konsisten dengan dividen policy sekitar 35% dari laba bersih perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Sebagai informasi, Bank Danamon membagikan dividen tunai senilai Rp113,85 per saham atau sekitar Rp1,1 triliun untuk tahun buku 2024. Realisasi itu setara dengan 35% dari laba bersih Bank Danamon yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun lalu yang sebesar Rp3,2 triliun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Merayakan Ulang Tahun di Panti Asuhan: Antara Kebaikan dan Rasa Kehilangan
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia Ternyata Punya 165 Makanan Khas Lebaran, Ini Daftarnya
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Cuaca Panas Ekstrem di Jakarta, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Siang Hari
• 21 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Beberapa Kota Besar Berpotensi Hujan, Pemudik Perlu Tahu
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
FLOQ Dukung Transisi Kepemimpinan OJK dan Ekosistem Keuangan Indonesia
• 5 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.