Mendag Klaim Harga Ayam, Bawang Merah, dan Minyakita Stabil Jelang Lebaran 2026

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeklaim harga komoditas bahan pokok seperti cabai, daging ayam, hingga Minyakita terpantau stabil menjelang momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. 

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan pihaknya secara rutin melakukan pengecekan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) dan meninjau langsung di 550 titik pasar.

“Banyak yang harganya masih stabil, seperti ayam ya, kemudian bawang merah, cabai, Minyakita juga relatif stabil. Jadi kita terus akan melakukan pemantauan harga sampai Lebaran,” kata Budi saat ditemui seusai meninjau di Pasar Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).

Secara terperinci, Budi menyampaikan bahwa harga daging ayam dibanderol Rp40.000 per kilogram atau sesuai dengan harga acuan penjualan (HAP) Rp40.000 di tingkat konsumen.

Untuk daging sapi, harganya bervariasi tergantung jenis yang dijual, yakni di rentang Rp140.000–Rp150.000 per kilogram. Meski demikian, Budi menyebut harga daging sapi masih sesuai dengan HAP Rp140.000 per kilogram.

“Ada [daging sapi] yang Rp140.000 per kilogram, ada yang juga Rp150.000 per kilogram, jadi sebenarnya HAP-nya Rp140.000 per kilogram itu. Tapi ada yang Rp150.000 per kilogram, artinya masih sesuai dengan harga acuan penjualan tertinggi,” jelasnya.

Baca Juga

  • Harga CPO Diprediksi Tembus US$1.125 per Ton, Mendag Pastikan Harga Minyak Goreng RI Tak Ikut Naik
  • Kunker di Jateng, Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok Aman Jelang Lebaran
  • Kemendag dan Pengusaha Bahas Efek Eskalasi AS vs Iran, Ini Sektor Terdampak

Beralih ke komoditas lainnya, harga cabai merah keriting dipatok Rp40.000 per kilogram atau berada di rentang HAP nasional Rp37.000–Rp55.000 per kilogram. Di sisi lain, Budi menyebut harga cabai rawit mengalami kenaikan tipis.

“Cabai rawit tadi ada yang naik sedikit. Cabai rawit, telur juga naik sedikit ya tapi tidak terlalu tinggi,” ujarnya.

Bawang merah yang dijual di pasar

Sementara itu, harga bawang merah mencapai Rp40.000 per kilogram atau berada di rentang HAP Rp36.500–Rp41.500 per kilogram. Serta, lanjut dia, harga Minyakita dijual di level Rp15.700 per liter atau sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. 

Budi juga mengeklaim harga rata-rata Minyakita di nasional berangsur turun dari sebelumnya sempat di level Rp16.800 per liter kini menjadi Rp15.800 per liter.

Di samping Minyakita, Budi menyebut aneka minyak goreng second brand juga membanjiri pasar sehingga masyarakat memiliki beragam pilihan.

“Minyak second brand ini sebenarnya minyak pendamping Minyakita jadi biar masyarakat punya banyak pilihan. Tidak hanya Minyakita yang terjangkau tapi juga kita ingin ada minyak-minyak lain yang terjangkau oleh masyarakat,” terangnya.

Budi mengatakan masyarakat terlihat antusias berbelanja di pasar, meski sebagian pedagang sudah mulai pulang kampung untuk mudik. Namun, Budi menyebut kondisi tersebut tidak memengaruhi harga bahan pangan yang tetap normal dan stabil.

Lebih lanjut, Budi menuturkan Kemendag telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang Lebaran. Salah satunya dengan melakukan pemantauan harga secara rutin di sejumlah pasar di berbagai daerah.

Adapun, pengawasan tersebut melibatkan petugas di balai-balai daerah, dinas terkait, serta petugas SP2KP yang tersebar di sekitar 550 titik pasar dan melakukan pemantauan setiap hari. Melalui sistem tersebut, pemerintah memonitor pergerakan harga secara langsung.

“Nanti kami bisa monitor melalui sistem. Sistem kalau misalnya harga naik, kita langsung koordinasi dengan pemerintah daerah, dengan Satgas Pangan, dengan kementerian/lembaga teknis dan dengan pemasok atau distributor,” imbuhnya.

Budi menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah akan menjamin ketersediaan bahan pangan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah akan menjamin ketersediaan pangan pokok dan harga yang stabil ya,” terangnya.

Ke depan, pemerintah akan terus melakukan pemantauan ke pasar menjelang Lebaran untuk memastikan harga dan pasokan bahan pangan tetap terjaga.

Suara Pedagang

Berdasarkan pantauan di Pasar Rawasari, sejumlah pedagang menyampaikam harga beberapa komoditas pangan mulai mengalami kenaikan tipis menjelang Lebaran, meski pasokan barang masih relatif tersedia.

Pedagang telur, Hendra Kurniawan, mengatakan harga telur saat ini berkisar Rp32.000 per kilogram, sementara telur omega sekitar Rp35.000 per kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga sudah terjadi sejak sebelum Ramadan, namun hanya sekitar Rp1.000 dan tidak bersifat drastis. Dia juga memastikan ketersediaan telur masih cukup meski sebagian pedagang mulai libur menjelang Lebaran, dengan perkiraan harga tertinggi sekitar Rp33.000 per kilogram.

Senada, pedagang cabai, Samsul Bahari, menyebut harga cabai rawit saat ini mencapai Rp130.000 per kilogram meski pasokannya cukup. Harganya naik dari sekitar Rp100.000 per kilogram pada bulan lalu.

Dia menilai kenaikan harga kemungkinan dipengaruhi kondisi produksi di tingkat petani, seperti faktor cuaca. Di sisi lain, harga bawang merah dan bawang putih masing-masing dibanderol Rp50.000 per kilogram.

Sementara itu, harga beras juga mengalami kenaikan sekitar Rp500–Rp1.000 per liter dalam dua minggu terakhir menjelang Lebaran. Saat ini, beras medium dijual sekitar Rp12.500 per liter atau setara Rp15.000–Rp16.000 per kilogram, sedangkan beras premium berada di kisaran Rp14.000–Rp15.000 per liter.

Salam, pedagang beras, mengatakan kenaikan harga menjelang Lebaran merupakan pola yang kerap terjadi setiap tahun, meski stok beras di pasar masih tersedia.

Di sisi lain, pedagang daging sapi, Darsa, mengatakan harga daging saat ini mencapai Rp150.000 per kilogram untuk bagian paha atas dan Rp160.000 per kilogram untuk paha belakang.

“Bisa jadi kemungkinan [naik mendekati Lebaran]. Selalu begitu, biasanya 2 hari lagi 3 hari lagi lebaran pasti naik lagi. Bisa naik Rp10.000 lagi, bisa sampai Rp170.000 per kilogram,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sempat Terkecoh Foto AI Pelaku Kasus Andrie Yunus di Medsos, Habiburokhman Minta Polri Counter Hoaks
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Geledah Rumah Dinas Bupati Cilacap, KPK Sita HP Berisi Chat Pengumpulan Uang
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Konsisten Hadiri Safari Ramadan Jelang Akhir Bulan Suci
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Gubernur Banten Larang ASN Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Inspirasi Renovasi Lantai Rumah Jelang Lebaran dengan SPC
• 21 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.