Operasi Paling Dahsyat! AS Bombardir Pulau Kharg, Komandan Pasukan Quds Tewas Hingga Tentara Iran Terjebak

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus mengalami eskalasi tajam. Dalam perkembangan terbaru, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa militer AS telah melancarkan salah satu operasi pemboman paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah terhadap Pulau Kharg, pusat vital ekspor minyak Iran.

Serangan ini disebut sebagai salah satu titik balik penting dalam konflik yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.

Serangan Besar AS Hancurkan Target Militer di Pulau Kharg

Pada Jumat, 14 Maret 2026, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) telah melaksanakan operasi serangan besar terhadap Pulau Kharg.

Pulau yang terletak di Teluk Persia tersebut selama ini dikenal sebagai “permata mahkota” industri minyak Iran, karena menjadi jalur utama ekspor minyak mentah negara itu ke pasar global.

Trump menyebut bahwa operasi tersebut menargetkan berbagai fasilitas strategis militer Iran yang berada di pulau tersebut.

Menurut laporan awal dari pihak militer Amerika Serikat:

Serangan ini menjadi bagian dari rangkaian operasi militer yang lebih luas dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Rudal ATACMS Digunakan untuk Menenggelamkan Kapal Iran

Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Dan Caine, memberikan konfirmasi mengenai detail operasi militer tersebut.

Ia menyatakan bahwa dalam serangan tersebut, artileri Angkatan Darat Amerika Serikat dan Korps Marinir menggunakan sistem rudal taktis MGM-140 ATACMS untuk menghantam target laut milik Iran.

Menurut Caine, serangan tersebut berhasil:

Jenderal Caine menegaskan bahwa ini merupakan salah satu penggunaan paling signifikan dari rudal ATACMS dalam pertempuran modern.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan rudal balistik berbasis darat untuk menyerang kapal selam merupakan kasus yang sangat jarang terjadi dalam sejarah militer modern.

Para analis militer menilai bahwa operasi ini menandai perluasan besar dalam peran artileri darat dalam peperangan anti-kapal.

Implikasi Strategis: Ancaman Baru bagi Armada Laut

Sejumlah pengamat militer menyebut bahwa keberhasilan penggunaan sistem rudal tersebut dapat mengubah cara negara-negara besar memandang perang laut.

Kemampuan untuk menghancurkan kapal dari daratan menggunakan rudal presisi dianggap dapat menjadi faktor penentu dalam konflik modern.

Beberapa analis bahkan menilai bahwa jika kemampuan semacam ini digunakan dalam konflik di kawasan Indo-Pasifik, terutama dalam skenario invasi terhadap Taiwan, maka hal itu dapat menjadi tantangan strategis serius bagi Beijing.

Israel Umumkan Kematian Komandan Pasukan Quds

Sementara itu, perkembangan penting juga terjadi di front lain.

Pada Sabtu, 15 Maret 2026, militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menewaskan seorang komandan penting dari Pasukan Quds Iran.

Menurut pernyataan resmi Pasukan Pertahanan Israel (IDF), sosok tersebut adalah Hisham Abd al-Karim Yassin, yang menjabat sebagai:

IDF menyatakan bahwa Yassin memainkan peran kunci dalam menjaga jaringan komunikasi Hizbullah, organisasi militan yang didukung Iran di Lebanon.

Dengan tewasnya Yassin, jumlah komandan Pasukan Quds yang terbunuh sejak konflik terbaru dimulai kini mencapai lima orang.

Iran Mengancam Ukraina

Di tengah meningkatnya konflik, Iran juga mengeluarkan peringatan keras terhadap Ukraina.

Seorang anggota parlemen Iran, Azizi, menyatakan bahwa Ukraina diduga telah memberikan ribuan drone pencegat kepada aliansi Amerika Serikat dan Israel.

Menurut Azizi, bantuan tersebut menjadikan Ukraina pihak yang terlibat dalam konflik, sehingga berpotensi dianggap sebagai target militer yang sah oleh Iran.

Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik yang awalnya berpusat di Timur Tengah dapat meluas ke wilayah lain.

Elit Iran Diduga Mulai Melarikan Diri ke Kanada

Di tengah tekanan militer yang meningkat, muncul pula laporan mengenai pergerakan sejumlah pejabat Iran ke luar negeri.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa setelah serangan besar terhadap fasilitas militer Iran, sejumlah pejabat tinggi dan tokoh elit rezim mulai melarikan diri ke Kanada karena khawatir terhadap kemungkinan runtuhnya pemerintahan di Teheran.

Sebuah rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan seorang tokoh agama Syiah yang tiba di Bandara Internasional Pearson, Toronto, bersama keluarganya.

Tokoh tersebut diidentifikasi sebagai Morteza Tayebi, yang diketahui baru saja memperoleh kewarganegaraan Kanada.

Laporan juga menyebutkan bahwa pemerintah Kanada saat ini memberikan perlindungan kepada beberapa tokoh elit dari rezim Iran, termasuk individu yang sebelumnya dituduh terlibat dalam penindasan terhadap rakyat Iran.

Anggota parlemen Kanada Melissa Lantsman menyatakan bahwa kebijakan imigrasi Kanada yang relatif longgar telah membuat negara tersebut menjadi tempat berlindung bagi sejumlah anggota Garda Revolusi Iran.

Menurutnya, ratusan individu yang terkait dengan organisasi tersebut kini diduga menjadikan Kanada sebagai basis aktivitas mereka.

Puluhan Ribu Tentara Iran Diduga Terjebak di Fasilitas Bawah Tanah

Di sisi lain, laporan lain yang beredar menyebutkan adanya krisis serius di fasilitas militer bawah tanah Iran.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa sekitar 100.000 hingga 150.000 personel militer Iran kemungkinan terjebak di kompleks bunker bawah tanah setelah jaringan logistik mereka terputus.

Pasukan tersebut termasuk:

Laporan menyebutkan bahwa mereka kini menghadapi kondisi yang semakin sulit, termasuk:

Jika situasi ini tidak segera teratasi, para analis memperingatkan bahwa kondisi tersebut dapat menimbulkan krisis kemanusiaan di dalam fasilitas militer Iran sendiri.

Situasi Konflik Semakin Tidak Pasti

Dengan meningkatnya intensitas serangan militer, kematian para komandan penting, serta laporan mengenai pelarian elit politik Iran, situasi geopolitik di Timur Tengah kini memasuki fase  tidak menentu.

Banyak analis menilai bahwa perkembangan dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan arah konflik yang dapat berdampak pada stabilitas global, termasuk pasar energi dan keamanan kawasan. (***)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Jaya Buka Posko Aduan Kasus Penyiraman Aktivis Kontras Andrie Yunus
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Gubernur Ahmad Luthfi Lepas 16.186 Peserta Mudik Gratis ke Jawa Tengah
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Anti Cemas Kehabisan Bensin di Jalan Tol Pas Mudik
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
BPH Migas pantau distribusi BBM dan avtur jelang mudik Lebaran
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Libur Saat Arus Mudik, 5.000 Sopir Angkutan Tradisional di Jabar Terima Rp1,4 Juta
• 3 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.