jpnn.com, JAWA BARAT - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mulai mendistribusikan uang kompensasi untuk sopir angkutan tradisional seperti delman, becak, angkot yang diliburkan selama momen arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah.
Para sopir angkutan tradisional itu biasanya beroperasi di jalur-jalur arteri, dan kini diminta untuk libur untuk melancarkan perjalanan pemudik.
BACA JUGA: Zakat, Penyuci Harta Abadi dan Penolong di Hari Kiamat
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, para pengemudi angkutan tradisional yang terdampak aturan pembatasan operasi mendapatkan uang kompensasi sebesar Rp1,4 juta.
"Kawasan seperti Padalarang (Bandung Barat) yang sebelumnya tidak masuk, sekarang kami tambah. Termasuk juga di titik-titik kepadatan seperti Garut. Total se-Jawa Barat ada sekitar 5.000 penerima yang mendapat kompensasi ini," kata Dedi Mulyadi saat menyerahkan uang kompensasi kepada para sopir di Garut, dikutip Senin (16/3).
BACA JUGA: Dapat Kompensasi, Sopir Angkot hingga Kusir Delman di Jabar Agar Libur Saat Mudik
Menurut Dedi, nominal Rp1,4 juta merupakan akumulasi harian sebesar Rp200 ribu selama masa pembatasan operasional di jalur mudik.
Dia pun menjelaskan, berbeda dengan tahun sebelumnya yang difokuskan pada satu pekan sebelum dan sesudah Idulfitri, tahun ini skema disesuaikan dengan pergerakan masyarakat.
BACA JUGA: Dedi Mulyadi Minta Pelaku Penganiayaan Pelajar SMAN 5 Bandung Dihukum Setimpal
"Uangnya sudah masuk semua. Nanti ada pembagiannya, sebagian cair sebelum Idulfitri, dan sebagian lagi disalurkan setelah Idulfitri saat sektor pariwisata sedang ramai-ramainya," jelasnya.
Pemprov Jabar juga menetapkan aturan yang tegas.
Kompensasi diberikan dengan syarat para pengemudi angkutan tradisional disiplin untuk tidak beroperasi melintasi jalur-jalur utama mudik yang telah ditentukan.
Dedi menegaskan, pihaknya akan memanggil dan evaluasi yang terbukti masih melanggar aturan trayek selama masa kompensasi.
"Kalau masih ada yang 'nakal' dan beroperasi di jalur larangan, tahun depan akan panggil panggil dan evaluasi," tegasnya.
Di samping penertiban jalur, Dedi juga menjamin kesiapan infrastruktur mudik di wilayah Jawa Barat.
Dia memastikan jalan-jalan di bawah kewenangan provinsi dalam kondisi sangat baik.
"Jalan-jalan provinsi sudah bagus dan penerangan jalan juga aman," pungkasnya.
Langkah Pemprov Jabar ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Dudy Purwagandhi.
Dudy menilai program kompensasi ini memberikan manfaat ganda di lapangan.
"Program ini sangat baik karena membantu petugas di lapangan melancarkan arus lalu lintas, membuat pemudik nyaman, sekaligus memastikan para pengemudi angkutan tradisional bisa beristirahat namun tetap mendapat bantuan. Kami sangat mengapresiasi Pak Gubernur," ucap Dudy.
Dia pun berharap kebijakan yang didukung oleh keleluasaan anggaran Pemprov Jabar ini dapat menjadi inspirasi dan ditiru oleh pemerintah daerah di provinsi lain, sesuai dengan kemampuan anggaran masing-masing. (mcr27/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460744/original/090622000_1767280272-fabio_lefundes.jpg)



