Pemudik Jalur Darat di Sulawesi Tembus Lima Juta Orang

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, FAJAR–Jalanan sangat padat pekan ini. Terutama di Trans-Sulawesi.

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Selatan (Sulsel) memprediksi, sekitar 5,3 juta pemudik akan melintasi ruas ini. Angka ini lebih separuh dari populasi warga Sulsel, yakni 9,99 juta jiwa.

“Estimasinya sekitar 5,36 juta orang yang akan mudik,” ujar Plt Kepala BPTD Kelas II Sulsel Andi Sanjaya, Minggu, 15 Maret 2026.

Pemerintah mengimbau para pemudik tetap memperhatikan keselamatan selama berada di jalan. “Kalau sudah mulai merasa lelah, sebaiknya segera beristirahat di sejumlah titik rest area yang ada, atau di tempat persinggahan,” lanjutnya.

Ada empat terminal yang menjadi pusat rest area. Masing-masing Terminal Lumpue di Kota Parepare, Terminal Pekkae di Barru, dan Terminal Watampone atau Petta Ponggawae di Bone. Termasuk Terminal Daya di Kota Makassar.

“Kami berharap tempat-tempat ini bisa dimaksimalkan untuk beristirahat. Jangan sampai kelelahan di jalan, justru membahayakan untuk dirinya dan pengendara lain,” imbaunya.

Jumlah pemudik dan kendaraan di Sulsel yang akan lalu lalang diprediksi mengalami kenaikan. Sehingga, kepadatan pemudik mengharuskan pengendara untuk tetap safety dan kondisi kendaraan yang prima.

“Estimasi pergerakan pemudik di Sulsel kendaraan sembilan persen dan penumpang sebanyak 3,87 persen dari realisasi arus angkutan mudik Lebaran dari tahun sebelumnya,” terang Sanjaya.

Jutaan Kendaraan

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Andi Erwin Terwo memproyeksi, pergerakan kendaraan di Sulsel selama periode mudik meningkat. Mereka memprediksi pergerakan kendaraan di Sulsel mencapai 5,14 juta unit, terdiri dari 4,51 juta sepeda motor dan 634 ribu mobil.

“Terdapat peningkatan proyeksi kendaraan di tahun 2026 ini. Sesuai perkiraan data kenaikan nanti kurang lebih lima persen dibanding tahun lalu,” kata dia.

Untuk potensi puncak arus mudik, ada 38 ribu pergerakan kendaraan untuk setiap hari. Sementara estimasi kendaraan yang akan masuk ke Sulsel sekitar 350 ribu hingga 400 ribu. Faktor tingginya arus mudik tahun ini dengan hari libur yang cukup panjang.

“Hari libur, jalur juga sudah bagus utamanya di daerah. Dari selatan, misalkan. Kemudian informasi KSOP per hari kapal itu 100 ribu orang. Nah, kalau tiga kapal gimana coba. Itu kita antisipasi semua. Dekat ini kami dengan beberapa (stakeholder) rapat khusus,” tuturnya.

Masa angkutan Lebaran memang cukup panjang tahun 2026 ini. Pada 14-15 Maret bertepatan dengan akhir pekan Sabtu-Minggu. Kemudian Senin-Selasa, 16-17 Februari sudah memasuki masa penerapan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Lalu, Rabu-Kamis, 18-19 Maret, merupakan cuti bersama Nyepi. Selanjutnya Jumat-Selasa, 20-24 Maret, cuti bersama Lebaran. Selanjutnya Rabu-Jumat, 25-27 Maret, merupakan penerapan WFA bagi ASN. Dilanjutkan lagi akhir pekan Sabtu-Minggu pada 28-29 Maret.

Cek Kendaraan

Pengamat transportasi Universitas Hasanuddin (Unhas), Lucky Caroles menyampaikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama arus mudik dan balik. Mulai dari pengemudi itu sendiri, hingga kendaraan yang digunakan.

Pengemudi harus memastikan semua kendaraan memenuhi standar keamanan. Sehingga pengemudi wajib mengetahui kondisi kendaraan yang mereka gunakan, khususnya kendaraan pribadi, termasuk surat-suratnya.

“Kalau kendaraan umum, kelayakan armada harus dipastikan, termasuk kondisi kelayakan yang lain seperti rem, lampu, klakson, dan segala macamnya. Jangan overload, kalau pakai motor jangan lebih dua orang, kendaraan umum juga jangan melampaui kapasitas angkutan, ucapnya.

Dari sisi pengemudi, mereka harus dalam kondisi sehat, tidak mengkonsumsi obat-obatan atau minuman keras. Mereka juga harus bisa menguasai jalur, karena terkadang pengemudi hanya menggampangkan.

“Karena kondisi jalan sangat berpengaruh sama kita, kalau tidak menguasai sebaiknya mengajak orang yang kenal betul dengan medan jalan,” tuturnya.

Sedangkan untuk pemerintah, dalam momen mudik dan balik selalu menyediakan layanan seperti mudik-balik gratis. Akan tetapi, kendaraan yang disediakan juga harus dipastikan layak jalan.

“Jangan karena gratis, terus asal-asalan tanpa aspek keselamatan. Jalur mudik harus dipastikan layak, titik black spot harus ditangani, lubang jalan dan penerangan perlu dibenahi, termasuk petugas yang melakukan pengawasan. Rambu juga penting, back up tim medis, karena potensi kecelakaan tinggi,” jelasnya.

Perlu bagi pemerintah menyediakan lokasi pemeriksaan kesehatan seperti di terminal dan sebagainya. Rest area juga penting, harus representatif, agar pemudik tidak memaksakan diri di dalam perjalanan. Ini juga perlu sosialisasi, karena lebaran sudah kurang dari sepekan.

Pengawasan juga perlu ada pengujian langsung atau kamera pengawas, untuk memastikan semua kendaraan tertib. Penting juga untuk membangun posko di titik-titik rawan. Ini bukan untuk darat saja, udara dan laut juga perlu pengawasan yang lebih baik.

“Kita harus lebih sigap dibanding nanti sudah ada kecelakaan baru kita menyesal. Jadi rest area itu penting. Kebanyakan pemudik itu tidak berpikir santai, tetapi sudah terburu-buru. Dengan kondisi yang tidak ideal, kadang kita bisa mengalami hal yang tidak terkontrol. Apalagi kalau sudah mengalami microsleep, ini sangat berbahaya, bahkan bisa menghilangkan nyawa,” ungkapnya.

Hal ini tantangan bagi pemerintah, bagaimana mengatur tempat yang dijadikan rest area. Perlu mengatur jarak dan waktu, misalnya, per sekian jam ada rest area lagi.

“Jadi bukan hanya mengantisipasi mengantuk, tetapi juga misalnya cuaca tidak memungkinkan, mengangkat telepon itu bisa memaksimalkan rest area.

Mudik Gratis

Sementara itu, 1.015 pemudik diberangkatkan secara gratis dari Makassar menuju Pulau Jawa menjelang Idulfitri tahun ini. Para pemudik diberangkatkan menggunakan KM Labobar melalui program mudik gratis yang digelar secara kolaboratif oleh sejumlah BUMN.

Rinciannya, PLN memfasilitasi sekitar 500 peserta, Angkasa Pura 400 orang, dan Telkom 200 orang. Arus mudik melalui jalur laut mulai mengalami peningkatan sejak 11 Maret. Jumlah penumpang yang berangkat dari Makassar tercatat mencapai lebih dari 3.000 orang.

“Tren mudik tahun ini terpantau lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah penumpang yang sudah terjadi sejak awal pertengahan Maret,” kata Kepala Cabang Pelni Makassar, Darman.

Mudik gratis yang difasilitasi PLN, sekitar 500 pemudik diberangkatkan dengan dua tujuan utama. Sebanyak 415 orang menuju Surabaya dan 85 orang menuju Baubau pada Kamis, 19 Maret 2026.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan program mudik gratis ini telah dilaksanakan sejak 2019 dan jumlah pesertanya terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Sejak 2019 sampai sekarang jumlah pemudik yang sudah kami fasilitasi sekitar 2.100 orang. Kalau dirata-rata sebelumnya hanya sekitar 300 orang per tahun, sekarang sudah meningkat menjadi sekitar 500 orang,” kata Edyansyah.

Ia menjelaskan tingginya minat masyarakat untuk pulang ke Pulau Jawa menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan tujuan perjalanan. Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan sebelumnya, sebagian besar peserta mudik memilih tujuan Surabaya.

Program mudik gratis ini terbuka untuk masyarakat umum yang berdomisili di Sulsel dengan pendaftaran melalui aplikasi PLN Mobile. Selain memfasilitasi perjalanan, PLN juga mengingatkan masyarakat agar memastikan kondisi kelistrikan di rumah tetap aman saat ditinggalkan mudik.

Sementara itu, pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga memfasilitasi sekitar 400 pemudik dengan tujuan Surabaya. Jalur laut dipilih karena dinilai lebih efektif untuk mengangkut penumpang dalam jumlah besar.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus E.T. Gandeguai, mengatakan transportasi laut menjadi pilihan utama karena kapasitasnya yang lebih besar dibandingkan transportasi udara.

“Kalau kita ingin memberangkatkan banyak pemudik sekaligus, tentu tidak memungkinkan menggunakan pesawat. Karena itu kami memilih transportasi massal melalui jalur laut,” ujarnya.

Ia menjelaskan para peserta mudik juga mendapatkan sejumlah fasilitas selama perjalanan, mulai dari perlengkapan perjalanan hingga dukungan kesehatan dasar. (wid-uca-edo/zuk)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Analisis Alat Bukti, Polisi Klaim Fokus Ungkap Identitas Penyiram Andrie Yunus
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Indo-Pasifik perkuat kerja sama keamanan energi
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Kades Balangan Minta Maaf Usai Live TikTok Mesum Viral, Polisi Selidiki Pemilik Akun
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Pramono Imbau Warga yang Mudik Lapor RT/RW: Supaya Ada yang Menjaga dan Tanggung Jawab
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Pertamina: Stok avtur di Bandara Rendani Manokwari capai 200 kiloliter
• 18 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.