KOMPAS.TV - AS-Israel dianggap unggul secara militer dibanding dengan Iran. Namun hingga saat ini, AS-Israel belum mampu menumbangkan rezim di Iran.
Iran memakai strategi yang digambarkan sebagai perang atrisi, membuat konflik berlarut-larut dan berkepanjangan hingga melemahkan lawan dengan menguras sumber daya dan menimbulkan kerugian berkelanjutan sampai kemampuan bertempur lawan melemah.
Salah satu strategi Iran adalah menutup Selat Hormuz. Iran juga menarget kapal-kapal asing yang melewati jalur utama ekspor minyak ini.
Imbasnya, lalu lintas pengiriman minyak tersendat dan memicu turbulensi harga minyak dan bahan bakar, khususnya di AS.
AS pun terpaksa menguras cadangan minyak strategisnya demi menurunkan harga BBM di negaranya.
Perang Iran vs Israel dan Amerika Serikat masih terus terjadi. Para pengamat menyebut perang ini sebagai perang asimetris.
Dari segi persenjataan, Institut Studi Keamanan Nasional (INSS) yang berbasis di Tel Aviv melaporkan Iran telah meluncurkan 571 rudal dan 1.391 drone.
Drone kamikaze yang digunakan Iran memiliki biaya yang murah, sekitar 20 ribu hingga 50 ribu dolar AS, dengan jangkauan hingga 2 ribu kilometer.
Sementara Israel menggunakan Iron Dome untuk mencegat serangan Iran. Biaya operasional Iron Dome ini sangat mahal, yakni mencapai 50 ribu hingga 150 ribu dolar AS per intersepsi.
#iran #perang #strategi
Penulis : kharismaningtyas
Sumber : Kompas TV
- noads
- iran vs israel
- iran vs amerika serikat
- perang timur tengah
- strategi perang iran
- perang atrisi





