Jakarta, tvOnenews.com - Seorang siswa SMAN 5 Bandung, Muhammad Fahdly Arjasubrata meninggal diduga karena menjadi korban pengeroyokan di Jalan Cihampelas, Bandung, Jumat (13/3/2026) lalu.
Polrestabes Bandung mengungkapkan saat ini tengah mendalami kasus dugaan pengeroyokan ini.
“Percayakan kepada Polrestabes Bandung untuk melakukan pendalaman dan penyidikan berkaitan dengan kejadian tersebut,” kata Pelaksana Tugas Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Adi Wijaya di Bandung, Minggu.
Adi menjelaskan, kasus tersebut sedang ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung.
Masyarakat diminta tidak terprovokasi akibat kematian siswa SMAN 5 Bandung tersebut. Ia meminta tidak ada dampak lanjutan dari kejadian itu.
“Kita berharap dengan kejadian semalam juga tidak ada ekses yang akan terjadi di kemudian hari,” kata dia lagi.
Diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman video beredar di media sosial, menunjukkan bentrokan di kawasan Cihampelas.
Terlihat di dalam video itu, seorang laki-laki terbaring di pinggir jalan. Ia diduga salah satu korban pengeroyokan.
Berdasarkan perkiraan sementara, Kapolsek Coblong Riki Erickson menjelaskan aksi bentrokan itu melibatkan pelajar dari SMAN 5 Bandung dan SMAN 2 Bandung.
“Iya meninggal dunia anak SMAN 5 Bandung, saat ini ditangani Polrestabes Bandung,” ungkap Riki. (ant/iwh)



