JAKARTA – Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Choirul Anam, meminta kepolisian merespons viralnya rekaman CCTV penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Menurut Anam, viralnya rekaman tersebut seharusnya menjadi dorongan bagi aparat kepolisian untuk mengungkap kasus secara transparan dan menunjukkan kinerja terbaik dalam menemukan pelaku.
Ia menilai penyebaran video penyiraman air keras terhadap Andrie juga dapat dimaknai sebagai bentuk dukungan terhadap korban serta komunitas hak asasi manusia yang selama ini memperjuangkan perbaikan demokrasi.
“Fenomena viral video maupun foto dari peristiwa penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS ini memiliki beberapa makna. Pertama, ini adalah dukungan terhadap korban dan komunitas hak asasi manusia, serta terhadap kerja-kerja memperbaiki negara dan memastikan demokrasi,” kata Anam, Minggu (15/3/2026).
Anam pun meminta kepolisian merespons fenomena viral tersebut secara positif sebagai dorongan publik untuk menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM.
“Kasus ini harus dibongkar seterang-terangnya, termasuk siapa yang berada di balik pelaku. Ini penting untuk memastikan peristiwa serupa tidak terulang kembali. Polisi harus memberikan kerja terbaiknya untuk mengungkap kasus ini,” ujarnya.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Video Editor: Vila
#andrieyunus #kompolnas #kontras
Baca Juga: Iran Bakal Izinkan Kapal Tanker Lewat Selat Hormuz, tapi Terbatas dan Transaksi Hanya dengan Yuan
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- kontras
- kompolnas
- andrie yunus





