Bukan Romawi! Persia Sudah Bangun Jalan Raya 2.600 Km 2.500 Tahun Lalu

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Jauh sebelum konsep jalan raya berkembang, wilayah Persia atau yang kini dikenal sebagai Iran, telah memiliki satu jaringan jalan paling maju di dunia pada saat itu.

 Jalan raya ini dikenal sebagai Royal Road (Jalan Kerajaan), yang dibangun pada abad ke-5 SM di bawah pemerintahan Raja Darius I dari Kekaisaran Achaemenid. Pembangunan jalan ini bertujuan untuk memperkuat kendali administrasi atas wilayah kekaisaran yang sangat luas sekaligus mempercepat komunikasi antar wilayah.

 Royal Road membentang sekitar 2.400 hingga 2.700 kilometer, menghubungkan kota Susa, di barat daya Iran, salah satu pusat pemerintahan Persia, dengan Sardis yang kini dikenal sebagai Manisa, Turki.

 Jalur ini melintasi berbagai wilayah penting di Timur Tengah kuno termasuk kota megah Persepolis, dan bahkan memanjang hingga ke India. Keberadaan jalan raya ini memungkinkan pemerintahan Persia mengelola wilayah yang membentang dari Asia Tengah hingga pesisir Laut Aegea.

 

Baca: Bikin Takjub! Iran Punya "Kulkas" 2.400 Tahun Lalu, Simpan Es di Gurun

Sekitar tahun 500 SM, Raja Persia Darius I membangun Royal Road, jalur sepanjang lebih dari 2.600 km yang menghubungkan Sardis di Laut Aegea hingga Susa di Persia. Jalan ini menjadi tulang punggung komunikasi, perdagangan, dan militer di Kekaisaran Achaemenid.

Dengan jaringan pos setiap 15-20 mil, kurir kerajaan dapat menempuh rute tersebut hanya dalam tujuh hari, sebuah kecepatan yang membuat penulis Yunani Herodotus takjub. Sistem ini memungkinkan perintah kerajaan, laporan pejabat provinsi, serta mobilisasi pasukan dilakukan dengan cepat.

Selain untuk administrasi, Royal Road juga menjadi jalur perdagangan penting. Pedagang membawa berbagai barang dan koin perak daric, sementara ide dan budaya dari Timur hingga Mediterania ikut menyebar.

Jalan ini kemudian menjadi model bagi sistem jalan kekaisaran lain, termasuk Romawi, Bizantium, dan Ottoman, serta menginspirasi perkembangan jaringan logistik dan pos modern.

Sistem Transportasi Royal Road

Yang membuat Royal Road istimewa bukan hanya panjangnya, tetapi juga sistem operasional yang menyertainya. Di sepanjang jalur tersebut terdapat pos pemberhentian dan stasiun penggantian kuda atau caravenseri, yang digunakan oleh kurir kerajaan untuk mengirim pesan secara estafet.

 Fasilitas ini tidak hanya menyediakan tempat beristirahat dan kuda baru, tetapi juga menjamin keamanan para pelancong, sehingga jalur ini tetap ramai digunakan bahkan setelah kejatuhan Kekaisaran Persia.

 Sistem ini memungkinkan informasi dari pusat pemerintahan menyebar dengan cepat ke berbagai wilayah kekaisaran. Sejarawan Yunani Herodotus mencatat bahwa kurir Persia mampu menempuh perjalanan dari Susa ke Sardis hanya dalam sekitar sembilan hari dengan sistem estafet berkuda. Tanpa sistem transportasi ini, perjalanan yang sama bisa memakan waktu hingga tiga bulan.

 Kecepatan tersebut menunjukkan bahwa Persia telah memiliki sistem komunikasi dan logistik yang sangat maju untuk ukuran zamannya.

 Royal Road Sebagai Tulang Punggung Perdagangan dan Kekuasaan

Royal Road tidak hanya berfungsi sebagai jalur komunikasi kerajaan. Jalan ini juga menjadi jalur perdagangan penting yang memudahkan mobilitas barang, pedagang, dan pasukan militer. Melalui jalur ini, berbagai komoditas dapat dipindahkan dengan lebih efisien antara wilayah Asia Barat dan kawasan Mediterania.

 Keberadaan jaringan jalan tersebut membantu memperkuat integrasi ekonomi di wilayah kekuasaan Persia. Selain itu, jalur ini juga memudahkan mobilisasi militer dan pengawasan wilayah, sehingga memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas dan kekuatan Kekaisaran Achaemenid.

 Royal Road dan Awal Jaringan Perdagangan Eurasia

Warisan Royal Road tidak berhenti pada era Persia. Jaringan jalan ini kemudian menjadi bagian penting dari sistem perdagangan yang menghubungkan berbagai wilayah di Eurasia. Banyak sejarawan menilai jalur ini turut membentuk fondasi bagi jaringan perdagangan yang kelak dikenal sebagai Jalur Sutra, yang menghubungkan Eropa, Timur Tengah, hingga Asia Timur.

 Dengan adanya caravanserai atau tempat singgah bagi para pedagang di sepanjang rutenya, Royal Road berfungsi sebagai koridor perdagangan dan pertukaran budaya selama berabad-abad, bahkan setelah Kekaisaran Achaemenid berakhir.

 

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi di 2025 AS Direvisi, Bisa Tak Capai 1%
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Korut tembakkan sepuluh rudal balistik ke Laut Jepang
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Minggu 15 Maret 2026 di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Burnley vs Bournemouth 0-0: Rekor Buruk di Turf Moor dan Bayang-bayang Degradasi
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
AS Minta Warganya Tinggalkan Irak Sekarang Juga
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.