Bisnis.com, JAKARTA - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad meminta warga negaranya untuk segera meninggalkan Irak setelah serangkaian serangan yang menargetkan warga AS.
“Warga AS sebaiknya meninggalkan Irak sekarang,” bunyi pernyataan kedutaan di media sosial, mengutip Bloomberg, Minggu (15/3/2026).
“Warga AS yang memilih tetap berada di Irak sangat dianjurkan untuk mempertimbangkan kembali mengingat ancaman signifikan dari kelompok milisi teroris yang berafiliasi dengan Iran.”
Pernyataan ini muncul saat perang melawan Iran memasuki pekan ketiga, dengan Teheran terus menyerang negara-negara tetangga menggunakan drone dan rudal sebagai respons terhadap serangan AS dan Israel.
Sementara itu, milisi yang berafiliasi dengan Iran telah berulang kali menyerang Zona Internasional di pusat Baghdad, kata Kedubes AS.
Area sekitar Bandara Internasional Erbil dan konsulat AS di Erbil juga menjadi sasaran serangan berulang, yang tampaknya sebagai pembalasan atas serangan AS-Israel terhadap Iran.
Baca Juga
- Pertamina Evakuasi 19 Pegawai dari Irak dan Dubai, Tempuh Jalur Darat-Udara 14 Hari
- Trump Minta Inggris hingga China Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
- Pemimpin Tertinggi Iran Harus dapat Izin dari Trump, Jika Tidak....
“Jangan mencoba datang ke kedutaan di Baghdad atau konsulat jenderal di Erbil mengingat risiko terus-menerus dari rudal, drone, dan roket di ruang udara Irak,” kata Kedubes AS
Kedutaan menambahkan bahwa pemerintah AS akan memberikan bantuan bagi warga yang mencoba meninggalkan Irak melalui jalur darat karena ruang udara Irak ditutup.





