Ucapkan Selamat kepada Mojtaba, Megawati: Dunia Harus Dibangun atas Perdamaian dan Keseteraan

kompas.id
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P Megawati Soekarnoputri menyampaikan ucapan selamat kepada Mojtaba Khamenei atas penunjukannya sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran. Megawati juga menegaskan bahwa dunia harus dibangun di atas prinsip hidup berdampingan secara damai, kesetaraan, keadilan, serta kemanusiaan tanpa sekat.

Ucapan selamat tersebut disampaikan Megawati melalui surat tertanggal 9 Maret 2026 yang diserahkan kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, untuk diteruskan kepada Mojtaba Khamenei. Mojtaba meneruskan kepemimpinan setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamanei, terbunuh dalam serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.

Sebelumnya, pada 2 Maret 2026, Megawati juga mengirimkan surat ucapan duka cita atas wafatnya Ali Khamenei. Surat tersebut juga diserahkan melalui Boroujerdi.

Baca JugaMojtaba Khamenei Gantikan Mendiang Ayahnya Pimpin Iran di Tengah Krisis

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (15/3/2026), mengatakan, pemerintah Iran mengapresiasi sikap Megawati yang menyampaikan duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, sekaligus memberikan ucapan selamat kepada pemimpin baru Iran.

“Dubes Mohammad Boroujerdi menyebut Ibu Megawati selalu yang pertama dan menggambarkan sosok pemimpin yang tidak hanya cinta perdamaian, tetapi juga memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan dalam tata pergaulan global,” ujar Hasto.

Menurut Hasto, Dubes Iran juga berharap sikap Megawati tersebut dapat diikuti oleh Pemerintah Indonesia.

Surat kedua dari Megawati

Beberapa hari sebelumnya, Megawati menerima kunjungan Boroujerdi di kediamannya di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Megawati menyerahkan langsung surat ucapan selamat kepada Mojtaba untuk diteruskan kepada Pemimpin Tertinggi baru Iran itu.

"Ini adalah surat kedua. Saya merasa gembira karena Iran sekarang sudah memiliki pemimpin kembali,” kata Megawati.

Saya menyampaikan ucapan selamat yang tulus atas terpilihnya Yang Mulia Ayatollah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Rahbar Republik Islam Iran melalui keputusan rapat demokratis dari 88 anggota Majelis Pakar

Dalam suratnya, Megawati menuliskan ucapan selamat atas terpilihnya Mojtaba sebagai Rahbar atau Pemimpin Tertinggi Iran melalui keputusan Majelis Pakar.

“Saya menyampaikan ucapan selamat yang tulus atas terpilihnya Yang Mulia Ayatollah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Rahbar Republik Islam Iran melalui keputusan rapat demokratis dari 88 anggota Majelis Pakar,” tulis Megawati.

Megawati menilai pemilihan tersebut menunjukkan kepercayaan besar para ulama dan rakyat Iran terhadap kepemimpinan Mojtaba di tengah situasi yang penuh tantangan. Pemilihan itu menjadi bukti kepemimpinan, kecakapan, kedalaman ilmu, dan keteguhan Mojtaba dalam menembus sekat perbedaan serta menyatukan kepemimpinan Iran.

Ia kemudian menyinggung pemikiran geopolitik Presiden pertama RI Sukarno yang menekankan pentingnya persatuan bangsa-bangsa Asia, Afrika, dan Amerika Latin untuk membangun tata dunia baru yang bebas dari imperialisme dan kolonialisme. Upaya itu diwujudkan melalui berbagai forum internasional seperti Konferensi Asia Afrika 1955, Gerakan Non-Blok tahun 1961, Konferensi Anti Pangkalan Militer Asing tahun 1965, dan Conference of The New Emerging Forces (Conefo) tahun 1965.

“Seluruh pemikiran geopolitik Bung Karno tersebut merupakan upaya nyata mewujudkan kesetaraan, keadilan, dan visi kuat bagi perdamaian dunia,” tulis Megawati.

Baca JugaIran Harapkan Kunjungan Presiden Prabowo Segera Terwujud

Dengan melihat berbagai persoalan yang dihadapi oleh rakyat dan bangsa Iran saat ini, Megawati berpandangan bahwa rekam jejak sejarah peradaban bangsa Iran yang begitu panjang telah membentuk karakter dan semangat juang yang luar biasa. Bahkan, di tengah berbagai tekanan dan sanksi ekonomi yang berlangsung begitu lama, bangsa Iran mampu hadir sebagai bangsa yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, atau yang dikenal dengan Trisakti Bung Karno.

"Dengan pertimbangan tersebut, saya berkeyakinan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Yang Mulia dapat melanjutkan jejak para pemimpin revolusi Republik Islam Iran terdahulu yang memiliki pandangan yang sama dengan pemikiran  Bung Karno, khususnya di dalam perjuangan menegakkan keadilan global, menolak tunduk pada kekuatan neo imperialisme, serta menjunjung tinggi martabat dan kedaulatan bangsa," tulis Megawati.

Sebagai bangsa, ia meyakini, dunia sejatinya harus dibangun di atas prinsip hidup bersama secara damai, kesetaraan, keadilan, serta kemanusiaan tanpa sekat. Prinsip ini merupakan cerminan dari falsafah dan ideologi bangsa kami, Pancasila, serta termaktub dalam konstitusi kami.

"Bangsa kami selalu percaya bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh karenanya penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Nilai-nilai inilah yang membentuk sikap kami untuk tidak tinggal diam terhadap berbagai bentuk penindasan dan imperialisme baru," tulis Megawati.

Bangsa kami selalu percaya bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh karenanya penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Nilai-nilai inilah yang membentuk sikap kami untuk tidak tinggal diam terhadap berbagai bentuk penindasan dan imperialisme baru.

Megawati turut menyinggung pidato Sukarno di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1960 berjudul To Build the World Anew, yang memperingatkan bahwa imperialisme dapat muncul dalam watak dan corak yang berbeda. Dalam pidato tersebut, Sukarno juga menegaskan pentingnya revitalisasi PBB agar bisa menjadi lembaga dunia yang berwibawa, mampu menegakkan keadilan, serta menjadi wadah yang setara bagi negara-negara di dunia.

Karena itu, ia berharap PBB mampu memainkan peran lebih aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan menghentikan berbagai bentuk invasi sepihak terhadap negara berdaulat.

"Sudah saatnya PBB mengambil peran yang sentral melalui dukungan negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang telah lama merindukan dunia yang damai bebas dari segala bentuk penghisapan," tulis Megawati.

Di akhir suratnya, Megawati menyampaikan doa agar Mojtaba memperoleh kekuatan dan kebijaksanaan dalam memimpin Iran keluar dari krisis serta membawa bangsanya menuju kemajuan yang berkeadilan dan bermartabat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perahu Tabrak Tebing di Solok Selatan, Tim SAR Cari Warga yang Hilang
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Ribuan Kendaraan Listrik Diproyeksi Masuk Bali di Momen Nyepi dan Libur Lebaran, PLN Pastikan Ratusan SPKLU Siap Layani
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Polda Metro Jaya Tegaskan Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Fakta-fakta OTT Bupati Cilacap: Palak SKPD demi THR Lebaran
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Putri KW usai Lolos Final Swiss Open: Ingin Buktikan Layak Juara
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.