jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Indonesia yang rendah merupakan ancaman serius bagi daya saing bangsa di masa depan.
"Bangsa dengan aspek literasi rendah akan tertatih-tatih dalam bersaing di kancah global," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/3).
BACA JUGA: Safari Ramadan, Riota Jaya Lestari Bagikan Takjil & Sajadah di 8 Desa Kolaka Utara
Perpustakaan Nasional (Perpusnas), pada Kamis (12/3), mengungkapkan IPLM Nasional saat ini berada pada angka 40,6.
Skala penilaian yang dipakai yaitu: Sangat Rendah (0 - 29,9), Rendah (30 - 49,9), Sedang (50 - 79,9), Tinggi (80 - 89,9), Sangat Tinggi (90 - 100).
BACA JUGA: Lestari Moerdijat: Penundaan Akses Akun Anak Bagian dari Upaya Menjaga Masa Depan
Dengan skala penilaian 0-100 itu, capaian IPLM Nasional Indonesia masuk kategori rendah.
Indeks tersebut digunakan Perpusnas untuk menilai usaha pemerintah daerah dalam membina perpustakaan dan meningkatkan budaya literasi.
BACA JUGA: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat Dorong Konsistensi Peningkatan Literasi Anak Bangsa
Unsur utama yang diukur dalam IPLM itu, antara lain sebaran layanan, koleksi, tenaga perpustakaan, kunjungan, serta keterlibatan masyarakat sebagai acuan menuju Indonesia Emas 2045.
Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat bahwa program literasi jangan berjalan sendiri-sendiri.
"Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta pegiat literasi wajib diperkuat dengan aksi konkret, bukan sekadar seremoni," tegas Rerie.
Dia juga mendorong agar sebaran layanan perpustakaan bisa sampai desa-desa dan wajib menjadi pusat kegiatan masyarakat, bukan gudang buku.
Selain itu, tambah dia, dinas pendidikan harus segera mengintegrasikan literasi secara wajib ke dalam kurikulum dan ekstrakurikuler.
Terpenting, ujar Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, pemerintah daerah wajib mengawal sejumlah langkah tersebut dalam upaya meningkatkan literasi masyarakat.
"Saat ini momentum untuk bergerak. Bangsa ini butuh generasi yang cerdas dan berkarakter, dan itu dimulai dari literasi. Tidak ada kata instan, yang ada adalah kolaborasi yang berkelanjutan," pungkas Rerie. (jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Lestari Moerdijat Dorong Upaya Peningkatan Deteksi Dini Kesehatan Mental Siswa
Redaktur & Reporter : Dedi Sofian




